Ternak Babi Pangururan Samosir Terserang Virus ASF

Rabu, 20 November 2019 - 15:23:02 WIB
Share Tweet Google +

Loading...

Metroterkini.com - Tim URC Posko Pangururan melaksanakan pengawasan perdagangan ternak babi di Onan Pangururan, Rabu (20/11/2019). Tim ini terdiri dari unsur TNI/Polri, SKPD terkait, Satpol PP, dan dokter hewan yang dipimpin Camat Pangururan, Dumosch Pandiangan.

Penanggulangan Penyakit Ternak Babi langsung dilakukan oleh Dinas Pertanian Samosir, Selasa (19/11/2019) melaksanakan sosialisasi dan pengawasan kepada para pedagang ternak babi agar tidak meluas. Sebelumnya sebanyak 173 ekor babi dilaporkan telah mati.

Saat ini Tim didukung truk Dinas PUPR untuk mengamankan jika sewaktu-waktu ada babi yang diperdagangkan terkena virus ASF dan Hog Cholera.

Untuk diketahui, pemasok ternak babi dari luar Samosir yaitu Sidikalang dan Dolok Sanggul. Tim URC menjelaskan kepada pedagang ternak babi agar tidak menjual ternak babi yang berasal dari kedua daerah dimaksud dan daerah lain.

Op. Riki Simbolon Br. Aritonang, pedagang ternak asal Pangururan, mengungkapkan kesediaanya untuk tidak membeli dan menjual ternak babi dari luar Samosir setelah mendapat penjelasan dari drh. Megawati Aritonang, Camat Pangururan Dumosch Pandiangan dan Kapolsek Pangururan Iptu R.Simarmata.

“Kecamatan yang belum terkena wabah yaitu Onanrunggu, Nainggolan, Sitiotio, dan Ronggurnihuta,” ungkap drh. Megawati Aritonang.

Untuk daerah Pangururan, beberapa titik sudah terkena penyakit ternak babi yaitu Desa Pardomuan I, Kelurahan Pintu Sona, dan Desa Rianiate.

Dalam kesempatan itu, Dumosch Pandiangan juga meminta kepada tim agar data penyebaran penyakit ternak ini terus diupdate untuk tindakan penanggulangan secara cepat.

Pada saat sosialisasi, seorang pedagang daging babi, Ramat Simbolon, merelakan untuk tidak menjual daging babi yang dipajangkannya setelah mendapat pengarahan dari drh. Megawati Aritonang karena tidak layak konsumsi.

Tim URC Posko Pangururan, kini terus memantau perdagangan ternak babi di Onan Pangururan dan berkordinasi dengan Dinas Lingkungan Hidup untuk bangkai-bangkai bagi yang mungkin dibuang di sungai, danau, atau tempat pembuangan sampah.  [Edwin] 

loading...

loading...

TULIS KOMENTAR

BERITA TERKAIT