SMART POM Sosialiasikan Applikasi 2D Barcode

Senin, 18 November 2019 - 19:51:27 WIB
Share Tweet Google +

Loading...

Metroterkini.com - Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) Provinsi Riau menggelar acara Rapat Evaluasi Pengawasan serta Sosialisasi SMART POM dan 2D Barcode.

Hadir Kepala Dinas Kesehatan, DPMPTSP beserta jajarannya petugasnya di 12 Kabupaten Kota di Riau para Apoteker, pelaku usaha, Farmasi, Organisasi, Perguruan Tinggi serta Tokoh Masyarakat. Kegiatan berlangsung di ball room Llantai II hotel Priemere Jalan Sudirman Pekanbaru, Senin (08/11/2019).

"Hari ini kita melaksanakan kegitan rapat evaluasi pengawasan sekligus kita sosialisasi SMART POM dan 2D Barcode," kata Kepala BPOM Riau M.Kashuri kepada media. 

SMART POM dan 2D barcode ini merupakan suatu langkah kami dalam memamfaatkan dunia teknilogi digitalisasi. Kalau kami melakukan pengawasan hanya secara rutinitas saya rasa ini kurang maksimal. Sebanyak apapun SDM dan sebesar apapun anggaran saya rasa akan kurang  juga efektif.

"Untuk itu kita mamfaatkan aplikasi ini di barcode.Tujuanya adalah kita lansung melibatkan masyarakat didalam melakukan pengawasan karna bagaimanapun masyarakat adalah konsumen," tambahnya. 

"Konsumen yang cerdas adalah konsumen yang bisa melindungi dirinya sendiri kalau mengandalkan Pemerintah saja kalau ada yang memeriksa mungkin bisa jadi baik-baik saja tapi ketika petugasnya pulang siapa yang akan melindungi kalau bukan konsumen itu sendiri," kata M Kashuri lagi.

"Kita libatkan wernes dari masyarakat untuk sama-sama ikut mengawal dengan instal aplikasi FIFA mobile atau di perkotaan disini bisa didownload di Android maupun iPhone dari aplikasi b-pro mobile minimal ada tiga fitur yang bisa dimanfaatkan oleh masyarakat. Setelah itu bisa langsung scan melalui aplikasi tersebut terhadap produk obat dan makanan kosmetik maupun obat tradisional saat ini masih dalam transisi untuk makanan diberikan waktu 5 tahun". 

Sampai 5 tahun kedepan karena butuh kos yang besar bagi industri makanan untuk menambahkan kode barcode Itu untuk obat transisinya sampai 7 tahun kedepan jadi kalau di scan ternyata nggak ada yang di scan bisa dimasukkan secara manual di aplikasi tersebut. [chan]

loading...

loading...

TULIS KOMENTAR

BERITA TERKAIT