Nakhoda Dumai Express 5 Diduga Seludupkan HP

Senin, 11 November 2019 - 16:45:42 WIB
Share Tweet Instagram

Metroterkini.com - Polres Bengkalis berhasil menggagalkan penyelundupan 560 unit handphone berbagai merek senilai Rp3,4 miliar, Minggu (10/11/19) siang.

Selain mengamankan ratusan handphone, Polres juga mengamankan 2 orang tersangka, masing-masing Km alias Acong (31) dan SD alias Widix (24) keduanya warga Jalan Diponegoro, Gang Segar, RT 001, RW 001, Kelurahan Bengkalis Kota, Kabupaten Bengkalis.

Kedua tersangka berikut barang bukti diamankan di rumahnya, setelah sebelumnya diikuti dari pelabuhan Sungai Dua, Desa Kalementan tempat ratusan handphone itu diturunkan dari MV Dumai Express 5 jurusan Batam-Dumai.

Informasi dari pihak Polres Bengkalis menyebutkan, ratusan HP dengan merek terkenal seperti iPhone 11 Pro Max diselundupkan dari Singapura tujuan Bengkalis via Kota Batam.

Kapolres Bengkalis, AKBP Sigit Adiwuryanto, SIK, MH, kepada  wartawan dalam umpa pers mengatakan, ratusan handphone mahal itu diselundupkan eh seorang laki-laki berinksial G dari Batam ke Bengkalis menggunakan MV Suami Express 5 jurusan Pulau Batam-Dumai.

Oleh nakhoda, G dan ratusan handphone tersebut diturunkan ditengah laut depan pelabuhan sungai dua, Desa Kalanta , KecatanBengkalis. Ditengah laut itu, sudajenunggu sebuah kapal motor (pompong) yang akanembawa Gdan ratusan handphone tersebut ke pelabuhan sungai dua.

sementara di pelabuhan sudah menunggu kedua tesangka dengan dua sepeda motor pakai keranjang rotan.

Kedua tersangka kemudian membawa ratusan handphone tersebut ke Kota Bengkalis.

Dari rentetan penyelundupan itu, diduga nakhoda NV Dumai Express 5 jurusan Batam-Dumai sudah tahu bahwa ratusan handphone tersebut adalah selundupan.

Indikasi keterlibatan nakhoda, karena MV Dumai Express 5 berhenti ditengah laut di pelabuhan Sungai Dua, Desa Kalementan, Kecamatan Bengkalis hanya untuk menurunkan seorang laki-laki berinisial G berikut 560 unit HP. Dimana saat itu sudah menunggu sebuah kapal motor (pompong) menjemput G dan ratusan handphone tersebut.

Padahal, seharusnya MV Dumai Express menurunkan dan menaikan penumpang di pelabuhan Bandar Laksamana Jaya, Bengkalis.

Terkait dugaan keterlibatan nakhoda dan anak buah MV Dumai Express, penyidik Polres tengah mengembangkan perkara tersebut.

"Terkait dugaan keterlibatan nakhoda masih kita dalami," kata Kapolres, Senin siang. [rudi]

 


TULIS KOMENTAR

BERITA TERKAIT