Mengenal Gotilon, Perayaan Pesta Panen Suku Batak

Sabtu, 09 November 2019 - 19:25:30 WIB
Share Tweet Google +

Loading...

Metroterkini.com - Penghujung tahun 2019 ini banyak terdengar istilah 'Pesta Gotilon' yang dilakukan oleh suku Batak. Dalam pesta yang digelar di gereja di Aula HKBP Panipahan, mereka menyampaikan rasa syukur kepada Tuhan.

Lalu apa sebenarnya Pesta Gotilon? Menurut Kamus Batak Toba Indonesia, Gotilon berarti panen, yang berasal dari kata ‘Gotil’ (mencubit). 

Mungkin saat musim panen dahulu kala, masyarakat Batak belum memiliki alat modern saat ini. Layaknya 'anai-anai' yang jika dipakai memang persis seperti orang sedang mencubit atau ‘manggotil’. 

Dalam Pesta Gotilon (panen) ini, masyarakat Batak Panipahan dari Jemaat Gereja HKBP Panipahan Kecamatan Pasir Limau Kapas Rokan Hilir Riau , memberikan persembahan sebagai ucapan syukur atas hasil panen mereka selama satu tahun, dan acara di gelar setahun sekali.

Dalam sebuah  tradisi gereja Batak, seperti di HKBP, pesta Gotilon sudah dilembagakan dan dilaksanakan setahun sekali. Dalam pesta tersebut, satu per satu jemaat datang ke altar untuk menyampaikan persembahan dengan diiringi gondang dan tari tortor, tentu dengan memakai ulos.

Menurut ketua Panitia Opong Juli, yang akrap disapa Siregar, tradisi pesta Gotilon Huria yang dilaksanakan oleh Gereja HKBP adalah kesadaran akan berbagai pemberian yang baik dan anugerah yang sempurna semata-mata bersumber dari Tuhan. 

“Dengan dasar itulah kita disadarkan untuk memberikan yang terbaik kepada Tuhan,” kata ketua Panitia pelaksana paesta Panen HKBP Panipahan.

Namun demikian, kata  Siregar persembahan dalam Pesta Gotilon ini tidak harus dimaknai sebuah kewajiban. "Bisa saja dijadikan yang paling wajib. “Persembahan lebih merupakan wujud/ekspresi dari hati yang bersyukur atas kasih Allah yang melimpah,” ujarnya.

Dulunya, sebut Siregar karena hampir semua masyarakat Batak adalah petani, persembahan dalam Pesta Gotilon ini berupa hasil mereka dalam setahun seperti berbagai pengusaha kelas papan atas mau pun kelas menegah kebawah dan sebagainya. Namun, di zaman yang telah berkembang ini, supaya lebih praktis, persembahan biasanya kini dalam bentuk uang sebagai mana kita lihat acara pada hari ini. (mus)

loading...

loading...

TULIS KOMENTAR

BERITA TERKAIT