Atlet Sepatu Roda Meranti Belum Miliki Gelanggang

Jumat, 11 Oktober 2019 - 21:32:38 WIB
Share Tweet Instagram

Metroterkini.com - Sekumpulan anak muda yang memiliki hobi sama, yaitu bermain sepatu roda kerap terlihat di jalan. Mereka berseluncur untuk menyalurkan hobi.

Setiap harinya, komunitas ini memang kerap memanfaatkan jalanan di Kota Selatpanjang untuk berlatih bermain sepatu roda. Terbiasa berlatih di arena yang tak representatif. Itulah yang tergambar saat atlet sepatu roda Kepulauan Meranti berlatih.

Kedepannya para atlet sepatu roda ini akan segera bernaung dibawah organisasi yang legal, pasalnya pada bulan November 2019 mendatang

Persatuan Sepatu Roda Seluruh Indonesia (Perserosi) Kabupaten Kepulauan Meranti akan terbentuk.

Salah satu penerima mandat Perserosi, Jefri Hidayat mengatakan dengan terbentuknya organisasi ini

diharapkan bisa memajukan prestasi olahraga sepatu roda.

"Muscab Perserosi Kepulauan Meranti direncanakan terlaksana pada November mendatang. Dengan kehadiran organisasi ini diharapkan kedepannya ada atlet yang berprestasi, pasalnya di Meranti banyak peminatnya," kata Jefri.

Dikatakan Jefri, peminat olahraga sepatu roda di Kepulauan Meranti cukup tinggi, hanya saja banyak yang tidak tahu harus belajar ke mana. Selain itu wadah untuk bernaung dan berlatih selama ini juga belum ada.

"Kalau minat di Kepulauan Meranti ini sebenarnya banyak, tetapi mereka tak tahu harus ke mana karena kebetulan wadahnya juga tidak ada. Makanya harus kita yang memulainya," kata salah satu calon ketua Perserosi ini.

Ditambahkan, cabang olahraga sepatu roda juga dipertandingkan mulai dari Porprov hingga PON. Untuk itu, Jefri berharap, kepada Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti untuk memberikan perhatian pada persoalan ini, yakni membangun venue sepatu roda yang representatif.

"Kita apresiasi kepada pemerintah yang telah membangun skate park di RTH LAMR, namun itu tidak bisa digunakan untuk sepatu roda, untuk itu kita harapkan venue yang representatif agar atlet dan masyarakat lainnya tidak lagi bermain di jalanan. Peminatnya ramai, saat ini yang terdata sudah ada 5 klub," ungkap Jefri.

Tidak hanya memajukan prestasi, namun lebih jauh dikatakan, keberadaan Perserosi juga harus bisa melahirkan atlet-atlet muda berbakat untuk cabor sepatu roda, dan juga olahraga skateboard dan inline skate freestyle.

"Nantinya Porserosi tidak hanya fokus pada sepaturoda saja. Tetapi, ada beberapa sektor yang juga masih menjadi bagian dalam Porserosi, yakni skateboard dan inline skate freestyle.

Karena, atlet skateboard dan atlet inline skate freestyle Indonesia cukup diperhitungkan di ajang kejuaraan tingkat internasional," pungkasnya. [ant]


TULIS KOMENTAR

BERITA TERKAIT