Fasilitas Dibakar, Perusahaan Tambang Rugi Rp 18 M

Ahad, 01 Desember 2013 - 00:00:16 WIB
Share Tweet Instagram


Manajemen PT Rava Ahtaya, perusahaan tambang di Kabupaten Konawe Selatan, Sulawesi Tenggara, menyesalkan aksi warga yang merusak dan membakar sejumlah fasilitas perusahaan tersebut.

Humas PT Rava Ahtaya, Tohara mengatakan, akibat penyerangan disertai dengan pembakaran sejumlah fasiitas perusahaan, pihaknya merugi hingga Rp 18 miliar. “Kami sangat sayangkan aksi brutal yang dilakukan massa kemarin sore hingga malam, beruntung karyawan sudah pulang sehingga tidak terjadi pertumpahan darah. Kerugian kami mencapai Rp 18 miliar, karena harga 3 ekskavato itu tidak sedikit. Belum lagi base camp dan pos penjagaan tiga unit,” tutur Tohara, Minggu (1/12/2013).

Akibat perusakan itu, perusahaan menghentikan penambangan selama dua hari ke depan hingga situasi di lokasi penambangan sudah kondusif. “Sebenarnya masalah ganti rugi lahan sudah difasilitasi oleh perusahaan PT Ifisdeco bersama pemerintah dan kepolisian Konawe Selatan, bahkan sebagian warga juga sudah dipekerjakan di perusahaan. Tetapi kami melihat aksi kemarin sudah tidak murni lagi gerakan warga, karena ada sebagian dari mereka merupakan orang suruhan dari salah satu perusahaan yang kalah di pengadilan,” tegasnya.

Pihaknya juga telah mengidentifikasi beberapa orang yang dianggap sebagai motor penggerak aksi brutal. “Sebagian adalah warga Kendari, warga dari wilayah Sulawesi Selatan dan perantau dari Kalimantan. Kami dari itu, kami meminta Kapolres dan Kapolda untuk serius mengusut dan menahan pelakunya,” kata Tohara.

Sebelumnya diberitakan, sekitar 150 warga dari dua kecamatan dan satu desa di Kabupaten Konawe Selatan, Sulawesi Tenggara, membakar sejumlah fasilitas perusahaan tambang PT Rava Ahtaya, Sabtu (30/11/2013) sore. Massa yang menuntut ganti rugi lahan, membakar basecamp karyawan, satu excavator, dan seluruh pos pengamanan perusahaan. Namun demikian, tak ada korban jiwa dalam peristiwa itu.


TULIS KOMENTAR

BERITA TERKAIT