Gaji Mengajar Tak Dibayarkan, Febriyana Malah Diancam

Jumat, 20 September 2019 - 15:32:16 WIB
Share Tweet Google +

Loading...

Metroterkini.com  - Febriyana Abdullah Albanjar, guru honorer di sekolah Pendidikan Usia Dini (PAUD) Nurul Jannah Desa Papaceda Kec. Gane Barat Halmahera Selatan, Maluku Utara, mengaku sejak April hingga Desember 2018 lalu tak dibayar oleh pihak sekolah. Febriyana pun memutuskan berhenti sebagai tenaga pendidik dengan alasan tidak bisa lagi memenuhi kebutuhan keluarga.

Febriyana yang merupakan anak pertama dari empat bersaudara, selama ini memiliki tanggung jawab kepada keluarga. "Saya mengajar selama setahun tanpa gaji, karena kondisi keluarga saya yang memang sangat membutuhkan uang, maka saya memutuskan untuk berhenti karena hanya membuang-buang waktu," cetus Febriyana kepada metroterkini.com, Jum'at (19/09/19)

Menurutnya lagi, pada Januari 2019 Kepala Sekolah PAUD Nurjannah Reni Idris, kembali memanggilnya untuk mengajar dengan alasan akan membayarkan gaji secara rutin.

"Saya dipanggil kembali mengajar dan dorang bilang kali ini so bagus karena gaji so bagus," kata Febriyana dalam bahasa daerah.

Jelang lima bulan Febriana kembali mengabdi, gaji tak juga dibayarkan hingga Juni 2019. Wanita Kelahiran Gane Barat akhirnya menghirup udara segara karena merasa diperhatikan saat menerima upah yang diberikan Kepala Sekolah sebesar Rp. 3.700.000 (tiga juta tiga ratus ribu rupiah)

Dengan alasan, keluarga dan tempat tinggal yang terdampak gempa, pada tanggal 14 September 2019 lalu, Febriyana memutuskan untuk berhenti lagi menjadi guru honor dan ke Ternate mencari pekerjaan baru, 

"Saya pe ade sekolah di Ternate baru saya pe papa so sake-sake untuk itu saya harus dampingi ade sekalian kerja supaya ade bisa bersekolah dan alhamdulillah sekarang sudah menjadi kariawan di mol yang gajinya lumayan juga, rutin tiap bulan," kata Febriana bercampur bahasa daerah.

Jelang beberapa waktu berada di Ternate, Febriana mendapat pesan ancaman via mesenger dari oknum yang di duga keponakan Kepala Sekolah dengan menggunakan akun Facebook "Ega Putri bungsu" Faujia mengancam akan melakukan tindakan kekerasan jika bertemu Febriana karena dianggapnya telah mempermalukan Kepala Sekolah yang merupakan Bibinya itu, ketika Febriyana menerima gaji lalu memutuskan untuk berhenti mengajar.

"Ngana ambe gaji abis lari so tara mangajar tu. Itu biking kita pe mama ade nama busu to soeee, jang kita dapa ngana," itu salah satu ancaman yang dilontarkan Faujia via mesenger, Jumat  (19/09/19) di Ternate. 

Dalam akun facebook Febriyana mendapat tanggapan (respon) dari kalangan netizen melalui postingannya (unggahan) di group halaman facebook Halmahera Selatan (Halsel) terlihat senanyak 51 like, 125 komentar netizen, dan juga 16 kali dibagikan, dalam komentar tersebut salah satu netizen Hafid Hasanudin, "ambilah itu hak mu dan yang ancam itu perlu di eksekusi karena ini bukan lagi zaman intimidasi.

"Selain itu, adapun komentar lainnya," tar usah kase pulang. Yang minta plg doi tu sapa..ngna ambel tu gaji 1 thn so batul, tapi masi kurang lagi kalu hitung..org b ojek satu hari 100 rb..1 bulan 3 juta...."

Komentar dari salah satu akun facebook bernama Hatukau, dan masih banyak lagi komentar dari para netizen tersebut. 

Hingga berita ini di publis belum di konfirmasi ke pihak sekolah ataupun ke dinas terkait, terkait persoalan gaji. [ady]

loading...

loading...

TULIS KOMENTAR

BERITA TERKAIT