Massa APMP Desak Pemerintah Segera Copot Kades Pelita

Kamis, 19 September 2019 - 01:12:00 WIB
Share Tweet Google +

Loading...

Masa Aksi Minta Kades Pelita Diberhentikan Dari Jabatannya

Metroterkini.com - Masa aksi yang mengatasnamakan Fron Aliansi Peduli Masyarakat Pelita (APMP) kembali gelar demonstrasi terkait dengan adanya manipulasi data oleh Kepala Desa Pelita, yakni Sabrun Usman. Kades juga dituding tidak ada transparansi terkait penggunaan Anggaran Dana Desa (ADD).

Massa aksi juga menuding Pemerintah Daerah (Pemda) Halmahera Selatan tidak betul-betul seriusi menyelesaikan permasalahan yang terjadi di tingkat desa khususnya desa Pelita yang dalam hal pihak Inspektorat itu sendiri.

Front Aliansi Peduli Masyarakat Pelita (APMP) juga, memintah agar Sabrun Usman segara dicopot dari jabatannya selaku kepala desa di Desa Pelita Kecamatan Mandioli Utara, karena dianggap tidak transparansi kepada masyarakatnya sendiri ketika menjalankan tugasnya, hal ini disampaikan Sumitro yang juga masa aksi saat menyampaiakan orasinya di depan gedung Inspektorat Halsel Rabu, (18/09/19).

“Kami yang tergabung dalam Fron Aliansi Peduli Masyarakat Pelita  mengharapkan agar, kepala desa ini segera dicopot dari jabatannya karena, selain dari tidak transparansinya kades tersebut, Sabrun Usman juga tidak bertanggung jawab atas keresahan yang terjadi pada masyarakatnya sendiri," tutur Risal Sangadji selaku Kordinator Lapangan (Korlap) kepada wartawan media ini usai penyampaian orosinya.

Lanjut Risal, masyarakat desa Pelita juga menganggap bahwa, pemerintah daerah dalam hal ini pihak Inspektorat telah bersiluman dengan kepala desa karena, pada tahun 2018 kemarin saat pihak inspektorat turun ke Desa Pelita itu difasilitasi oleh Sabrun Usman selaku kepala desa.

Terpisah, Kepala Inspektorat Halsel saat ditemui masa aksi slamet mengatakn, bahwa terkait masalah di desa pelita ini dirimya bersama pihaknya akan bentuk tim khusus kembali untuk turun ke desa Pelita.

"Terkait tuntutan ini saya akan bentuk tim khusus untuk turun kembali  mengaudit di tahun 2017 dan tahun 2019. Karena di tahun 2018 kemarin sudah ada. Jadi timnya akan kita bentuk supaya kita turun kesana mungkin minggu depan sudah kesana untuk 2017 dan 2019 kira-kira apa yang sudah dilakukan," cetusnya.

Lanjut Slamet, karena di tahun 2018 yang kemarin data eksa itu, hanya keterkaitan dengan yang tidak sesuai SK, sama kemudian ada pajak yang belum dibayar jumlahnya pun tidak terlalu banyak untuk 2018 tetapi, dia (Kades Pelita) sudah berjanji untuk mengembalikanya ke kas Negara. Tetapi untuk 2017 dan 2019 akan dbentuk tim untuk kembali turun ke desa Pelita. [ady]

loading...

loading...

TULIS KOMENTAR

BERITA TERKAIT