Permintaan Inggris, 100 Ribu Pencarian Terlarang di Google di Blokir

Rabu, 20 November 2013 - 00:00:09 WIB
Share Tweet Google +

Eksekutif Google Eric Schmidt melaporkan telah memenuhi permintaan Pemerintah Inggris, Seperti dilansir dari Daily Mail, 19 November 2013 kemaren, saat ini Google mengaku telah berhasil mensortir setidaknya 100.000 istilah pencarian yang terkait dengan pelecehan porno anak.

Dimana dua raksasa teknologi dunia, Google dan Microsoft telah sepakat untuk membuat langkah lebih tegas guna menghentikan konten pelecehan seksual anak pada hasil pencarian Google dan Bing.

Langkah ini dilakukan menyusul seruan PM Inggris David Cameron beberapa waktu lalu yang mengancam akan menyeret perusahaan pencarian ke meja hijau bila tak mengindahkan imbauannya.

Pada Juli silam, Cameron meminta Google dan Microsoft Bing untuk melakukan langkah konkret untuk menghentikan orang mengakses gambar-gambar ilegal. Saat itu, Cameron meminta pencarian yang terkait dengan gambar ilegal itu harus nihil.

Menanggapi itu, kedua perusahaan memperkenalkan algoritma baru yang mencegah pencarian gambar pelecehan anak. Ketua Eksekutif Google Eric Schmidt melaporkan telah memenuhi permintaan Pemerintah Inggris itu.

"Kami telah membersihkan lebih dari 100.000 hasil pencarian yang terkait dengan pelecehan seksual anak-anak," ujar Schmidt, dilansir Daily Mail, 18 November 2013.

Bos Google itu memastikan langkah pencegahan yang sama akan diberlakukan pada pencarian Google di lebih dari 150 bahasa di dunia. Dengan demikian, langkah ini benar-benar akan berpengaruh secara global.

"Kami sekarang menampilkan peringatan baik dari hasil pencarian top kami pada lebih dari 13.000 query," ujarnya.

Sedangkan raksasa peranti lunak Microsoft menjamin mesin pencarian besutannya, Bing, akan bersih dari pelecehan konten anak di dunia maya.

Microsoft mengatakan tidak akan mentolerir konten pelecehan seksual anak di Internet. Baik Google maupun Microsoft akan bergabung dengan perusahaan Internet lain pada KTT Keamanan Internet yang diselenggarakan di Downing Street dalam waktu dekat.(vv/bas)

loading...

loading...

TULIS KOMENTAR

BERITA TERKAIT