Pemberitaan Media Sering Mengabaikan Perlindungan Anak - anak

Rabu, 13 November 2013 - 00:00:08 WIB
Share Tweet Google +

Loading...


Wakil Ketua Bidang Program Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak DKI Jakarta Margaretha Hanita, mengatakan saat ini pemberitaan media massa kerap mengabaikan perlindungan terhadap korban kekerasan dan konflik sosial. Seharusnya perlindingan tersebut diberikan, kepada anak terutama bagi perempuan dan anak-anak yang menjadi korban.

Hal itu terungkap saat membahas draf pedoman peliputan berita untuk perlindungan korban trauma pascakonflik di gedung Direktorat Jenderal Hak Asasi Manusia, Kementerian Hukum dan HAM, Selasa lalu, di Jakarta.

”Pemberitaan tentang konflik dan kekerasan hampir tanpa sensor. Perempuan dan anak-anak yang menjadi korban sering kali dipublikasikan,” katanya, kemarin.

Pemberitaan yang mengabaikan perlindungan terhadap korban dapat mengakibatkan korban mengalami trauma saat melihat atau mendengar kembali peristiwa yang dialaminya.

Sementara itu Anggota Dewan Pers, Yosep Adi Prasetyo, yang turut hadir dalam pembahasan draf, tak menampik bahwa media massa sering kali mengabaikan perlindungan terhadap perempuan dan anak-anak, yang menjadi korban, dalam pemberitaannya. ”Wartawan masih sulit membedakan antara korban dan pelaku,” ujarnya.

Kode Etik Jurnalistik Pasal 5 mengatur, wartawan Indonesia tidak menyebutkan dan menyiarkan identitas korban kejahatan susila dan tidak menyebutkan identitas anak yang menjadi pelaku kejahatan.

”Mereka harus dilindungi karena sangat mungkin mereka akan dikucilkan,” kata Yosep.(bs/k)
 

loading...

loading...

TULIS KOMENTAR

BERITA TERKAIT