Terpidana Korupsi KONI Pelalawan Masih Berkeliaran

Jumat, 08 November 2013 - 00:00:12 WIB
Share Tweet Google +

Humas PN Pelalawan, A. Rico Sitanggang, SH.MKn, mengatakan kesalah satu media Online, telah menerima berkas salinan lengkap putusan tersebut pada hari Jumat tanggal 1 Nopember 2013, sesuai aturan setelah tiga hari surat diterima Kejaksaan Pangkalan Kerinci akan mengeksekusi Marhadi, namun sampai saat ini pelaku Korupsi dana KONI Pelalawan ini masih berkeliaran.

Setelah diberitakan media Humas ini kelabakan dan mengklarifikasi via email ke redaksi media online dalam klarivikasi ini beliau membantah dugaan hilangnya surat salinan putusan kasasi MA atas nama Marhadi di Pengadilan Negeri (PN) Pelalawan, dengan tegas Humas PN tersebut menepisnya. yang akibatnya masyarakat menduga ada main mata antara Pengadilan dengan Marhadi.

Ditegaskannya, bahwa berkas salinan putusan kasasi MA atas nama Marhadi tidak hilang atau baru ditemukan di Pengadilan Negeri (PN) Pelalawan. Melainkan berkas tersebut baru diterima PN Pelalawan pada tanggal 1 Nopember 2013.

Atas pemberitaan sebelumnya yang dikeluarkan oleh media Riaueditor, dikatakan Rico bisa menimbulkan opini seakan-akan salinan putusan tersebut hilang dan baru ditemukan.

"Hal ini kami bantah dengan tegas karena Pengadilan Negeri Pelalawan baru menerima berkas salinan putusan tersebut pada Hari Jumat tanggal 1 Nopember 2013,” jelas Rico.

Rico menambahkan, walau pun Mahkamah Agung R.I. telah mengirimkan surat salinan putusan tersebut tanggal 26 April 2013, namun Pengadilan Negeri Pelalawan baru menerima berkas salinan lengkap putusan tersebut pada hari Jumat tanggal 1 Nopember 2013.

“Sehingga sama sekali tidak ada dugaan berkas tersebut hilang, karena memang selama ini berkas tersebut belum kami terima di Pengadilan Negeri Pelalawan,” tegas Rico dan minta redaksi meralat dan memperbaiki pemberitaan tersebut.

Selaku Humas/Juru Bicara Pengadilan Negeri Pelalawan, sambungnya,  dirinya tidak ada memberikan statemen menyangkut Instansi lain seperti Kejaksaan Negeri Pangkalan Kerinci sebagaimana petikan berita. Dan sesuai aturan setelah tiga hari surat diterima Kejaksaan Pangkalan Kerinci akan mengeksekusi Marhadi.

"Hal ini sangatlah fatal karena kami selaku Humas/Juru Bicara Pengadilan Negeri Pelalawan tidak dibenarkan memberikan pernyataan yang mengatasnamakan instansi lain seperti Kejaksaan Negeri Pangkalan Kerinci. Pengadilan Negeri Pelalawan dan Kejaksaan Negeri Pangkalan Kerinci adalah dua instansi yang berbeda satu sama lain,” ungkap Rico.

Atas klarivikasi ini masyarakat justru menunggu keputusan tersebut dilaksanakan, karna selama ini Marhadi selaku tersangka dan telah terbukti melakukan korupsi, justru masih berkeliaran, bahkan saat dalam menunggu putusan ini beliau bahkan bisa menjabat menjadi ketua disalah satu organisasi yang cukup bergensi.

Ketika dikonfirmasi kepada Marhadi, Jumat (8/11/13) mengatakan saat ini beliau di Pekanbaru, sedang dalam satu acara, disebutnya dirinya menunggu eksekusi tersebut, namun tentu sesuai aturan yangberlaku dimana Pengadilan harus menyerahkan berkasnya ke Kejaksaan, dan Jaksalah yang berhak melakukan eksekusi.(bb)

loading...

loading...

TULIS KOMENTAR

BERITA TERKAIT