Polisi Bubarkan Kirab Bendera Eks Anggota HTI

Ahad, 01 September 2019 - 16:19:07 WIB
Share Tweet Instagram

Metroterkini.com - Polisi membubarkan massa kirab bendera di Taman Mandara Pangkalpinang, Bangka-Belitung (Babel) pagi tadi. Diduga, massa peserta kirab itu merupakan eks anggota HTI dan membawa atribut berlambang HTI.

Selain itu, kepolisian bersama Satpol PP Pangkalpinang terpaksa melakukan pembatalan kegiatan karena diduga tak memiliki izin resmi acara tersebut. Namun, beberapa perwakilan masih sempat bertahan untuk melanjutkan kegiatan yang diagendakan berkeliling Pangkalpinang. 

Aparat keamanan pun terpaksa memblokade jalan keluar kawasan ini. Massa pun akhirnya hanya mengibarkan bendera di kawasan Lapangan Mandara Kota pangkalpinang secara berputar, lalu membubarkan diri. 

Mantan Ketua HTI Babel, Sofyan Rudianto mengaku tidak mengetahui alasan kepolisian dan pemerintah kota tak memberikan izin pawai tahun baru Islam 1 Muharram 1441 H.

"Kegiatan ini hanya untuk memperingati perayaan tahun baru Islam 1 Muharram 1441 Hijriah," jelas Sofyan saat ditemui di lokasi, Minggu (1/9/2019).

Ditambahkan Sofyan, pawai tersebut bertujuan untuk menyampaikan dakwah Islam dan akan melakukan kegiatan secara damai meskipun tidak diberikan jalan. "Meskipun tidak diberikan jalan, kami tidak akan melakukan tindakan-tindakan anarkis yang akan melakukan hukum," tambah Sofyan.

Terpisah, Kasat Intelkam Polres Pangkalpinang, Iptu Navy Pradhana menjelaskan, hasil mapping dan pantau dari Sat Intelkam Polres Pangkalpinang bahwa komunitas tersebut merupakan eks ormas HTI yang berganti nama.

"Hasil mapping dan pantau dari Sat Intelkam Polres Pangkalpinang bahwa Komunitas tersebut merupakan eks ormas HTI yang berganti nama, di mana ormas HTI tersebut sudah dibubarkan oleh pemerintah karena Ideologi yang diterapkan bertentangan dengan ideologi Pancasila," ujar Iptu Navy seperti dilansir dari detikcom.

Lanjut Navy, komunitas tersebut sudah dikroscek oleh Badan Kesbangpol kota Pangkalpinang belum terdaftar keabsahannya.

"Sedangkan komunitas tersebut sudah dikroscek oleh Badan Kesbangpol Kota Pangkalpinang belum terdaftar keabsahannya dan untuk kegiatan yang akan mereka laksanakan tidak mengantongi izin baik dari Pemerintah Kota Pangkalpinang maupun Polres Pangkalpinang," sambung Navy.

Dia menambahkan, kepolisian juga telah melakukan pendekatan persuasif untuk membatalkan kegiatan ini. Namun, setelah beberapa jam bertahan, akhirnya massa membubarkan diri. [mer]
 


TULIS KOMENTAR

BERITA TERKAIT