Alhamra : Vonis 2 Bulan Pelanggar Pemilu Ciderai Keadilan

Rabu, 03 Juli 2019 - 16:05:02 WIB
Share Tweet Google +

Metroterkini.com - Oknum Anggota DPRD Kabupaten Indragiri Hulu Provinsi Riau priode 2014 - 2019 yang juga ikut jadi Caleg PPP priode 2019 – 2024  wilayah dapil 1 Kecamatan Rengat Barat, Rengat dan Kuala Cenaku, akhirnya mendapat vonis hanya 2 bulan penjara dan denda 8 Juta rupiah.

Terpidana Doni Rinaldi divonis 2 bulan penjara, denda 8 juta rupiah sesuai pasal 532 Jo 551 UU Pemilu No.7 Tahun 2017 sebagai tuntutan Jaksa Penuntut Umum ( JPU ) yang diajukan pihaknya ke Pengadilan Negeri ( PN ) Rengat. Dimana putusan hakim berlangsung, Selasa (2/7/2019)

Humas PN Rengat, Immanuel M.P Sirait, Rabu (3/7/2019) membenarkan vonis tersebut. Soal eksekusi hasil putusan hakim yang diberikan dengan terdakwa pelaku pelanggaran UU Pemilu tersebut, lanjut dia kembali pada JPU nya.

"Masih diberikan waktu pertimbangan untuk berpikir dengan terdakwa selama tiga hari, apa banding atau tidak. Artinya lebih baik ditanya dengan JPU, karena kewenangan eksekusi penahanan adalah mereka," ujarnya.

Vonis dua bulan atas pelaggaran Pemilu itu, menurut Alhamra, SH.MH, yang juga praktisi hukum lulusan Universitas Islam Riau ( UIR ) ini, menyampaikan putusan hakim yang cukup ringan dinilai telah menciderai rasa keadilan. Sebab, dengan vonis 2 bulan akan menimbulkan rasa kurang percaya masyarakat lagi kedepan terhadap penegakan hukum.

Pihak Jaksa Penuntut Umum (JPU) yang ditunjuk menangani perkara itu, seharusnya memberikan tuntutan hukum seadil-adilnya untuk efek jera. Jika tuntutannya ringan, dan hakim berpedoman akan berpedoman dari tuntutan yang diajukan JPU.

Dijelaskanya, bahwa pasal 532 UU No.7 Tahun 2017 itu, yang dibunyikan hanya maksimal 4 Tahun penjara dan denda 48 Juta rupiah, tidak diatur menimalnya. Sehingga indikasi celah disana untuk mengatur yang diambil pihak JPU, agar terdakwa mendapat hukuman yang seringan mungkin. [fras]

loading...

loading...

TULIS KOMENTAR

BERITA TERKAIT