Pepsodent Gelar Hari Kesehatan Gigi Nasional

Senin, 16 September 2013 - 00:00:09 WIB
Share Tweet Google +


Bulan Kesehatan Gigi Nasional (BKGN) yang merupakan puncak dari rangkaian kegiatan sosial Pepsodent kembali digelar dalam rangka menyambut Hari Kesehatan Gigi Nasional pada tanggal 12 September 2013 lalu.

Dengan mengusung tema ‘Berikan senyum sehat anak Anda demi kesuksesan masa depan mereka’ BKGN tahun ini mengingatkan para orangtua bahwa setiap anak berhak memiliki senyum yang sehat. Sehat berarti dalam keadaan segenap tubuh bebas dari penyakit, termasuk bebas dari sakit gigi.

Pada hari itu rangkaian penyelenggaraan BKGN 2013 dimulai dengan penandatanganan kembali kerja sama tiga pihak; Pepsodent, Persatuan Dokter Gigi Indonesia (PDGI), dan Asosiasi Fakultas Kedokteran Gigi Indonesia (AFDOKGI). Naskahm kerja sama itu ditandatangani Drg. Ratu Mirah Afifah GCClindent., MDSc, Professional Relationship Manager Oral Care, PT Unilever Indonesia, Tbk.; Drg. Zaura Rini Anggraeni, MDS, Ketua Umum PB PDGI; Prof. Dr. H. Eky S. Soeria Soemantri, dan drg. Sp.Ort(K), Ketua AFDOKGI.

Bersama dengan PDGI dan AFDOKGI, program BKGN merupakan salah satu bukti komitmen terus menerus dari Pepsodent sebagai brand pasta gigi yang telah selama lebih dari 40 tahun melakukan berbagai program untuk meningkatkan kesehatan gigi masyarakat Indonesia. Dimulai sejak empat tahun lalu, BKGN  telah menjangkau lebih dari 100 ribu orang melalui edukasi dan perawatan gigi gratis  di berbagai  kota di Indonesia.

“Kami akan terus bersinergi dengan para stakeholder kesehatan gigi sebagai langkah nyata dalam meningkatkan kesehatan gigi agar tercipta kualitas hidup masyarakat yang lebih baik. Ini adalah salah satu misi sosial sebagai bentuk sumbangsih Pepsodent yang telah lama menjadi bagian dari keluarga Indonesia,” kata Ratu Mirah Afifah GCClindent.

Menurut dia tema tahun ini dipilih untuk mengingatkan kembali peran penting orang tua untuk membantu mewujudkan cita-cita anak mereka yang bisa dimulai dari merawat gigi susu.

“Tidak perlu menunggu anak beranjak dewasa, amat penting untuk menjaga kesehatan gigi anak bahkan dari pertama kali tumbuh. Mengingat sampai saat ini, masih banyak orangtua yang beranggapan keliru bahwa gigi susu tidak perlu mendapat pemeliharaan seperti gigi permanen,” lanjutnya.

Ketua AFDOKGI Eky S. Soeria Soemantri setuju tentang pentingnya merawat gigi susu. “Secara anatomi, gigi susu lebih rentan akan terjadinya gigi berlubang yang bila dibiarkan dapat menyebabkan rasa sakit, abses dan tanggal sebelum waktunya. Bila ini terjadi, dapat menyebabkan tulang rahang tidak tumbuh secara maksimal sehingga ketika gigi permanen tumbuh, tidak terdapat ruang yang cukup dan mengakibatkan gigi tumbuh berjejal. Selain itu, masalah pada gigi susu juga berakibat pada gangguan fungsi pengunyahan, dan kesulitan pelafalan huruf dalam berbicara.”

Drg. Zaura Rini Anggraeni selalu Ketua PB PDGI mengatakan, ‘Selain itu, secara psikologis, anak dapat merasa rendah diri karena tampilan gigi yang buruk. Beberapa cita-cita pun dapat terhambat mengingat beberapa profesi seperti pilot, model, tentara, astronaut, pramugari, entertainer, news anchor menuntut pentingnya penampilan dan kesehatan gigi. Padahal tiap anak berhak untuk mewujudkan cita-cita mereka karena tiap anak Indonesia layak untuk memiliki senyum yang sehat dengan dimulai dari kondisi gigi susu yang sehat.

Lebih lanjut, drg. Rini menambahkan penjelasan tentang pentingnya merawat gigi susu anak, ‘Bahwa rasa sakit gigi berkepanjangan dapat membuat anak tertinggal dalam pelajaran, mempengaruhi konsentrasi saat belajar dan jika dibiarkan dapat mempengaruhi keberhasilan akademiknya. Aktifitas bermainpun akan berkurang karena rasa sakit yang dialami. Sebagai perbandingan, bahkan di negara maju seperti di Amerika Serikat pun, anak
usia 5-17 tahun kehilangan rata-rata 3 hari sekolah dalam setahun karena
masalah gigi berlubang.

Tentunya tiap orang tua menginginkan anaknya memiliki masa depan yang sukses, tidak terkecuali Nirina Zubir, artis dan Ibu yang memiliki dua anak balita. “Diusia anak saya saat ini Zivara Ruciragati (usia tiga tahun) dan Jadyn Anvaya (usia satu tahun) gigi susunya mulai muncul, saya dan suami sering penasaran memperhatikan gigi mereka,'' ujarnya.

Nirina mengaku ada kekhawatiran jika gigi yang tumbuh tidak teratur dan giginya mudah tanggal. ''Kelak berpengaruh pada penampilan mereka apalagi dengan pengalaman buruk dengan kesehatan gigi di masa kecil. Oleh karena itu, meski belum ada masalah saya sudah membawa anak-anak saya ke dokter gigi dan membantu mereka menyikat gigi sebelum tidur malam,'' ujarnya.

Telah lebih dari 8 juta anak Indonesia di 12.500 sekolah pada 65 kota  di seluruh Indonesia mendapatkan edukasi tentang kesehatan gigi dan mulut; +10.000 orang di 21 kota telah menjadi kader kegiatan sosial yang dilakukan oleh Pepsodent. Dengan penambahan jumlah kota yang dikunjungi dari rangkaian kegiatan sosial Pepsodent baik yang dilakukan bekerja sama dengan PDGI, AFDOKGI dan pihak lainnya akan semakin banyak lagi masyarakat
yang teredukasi maka akan semakin banyak pula masyarakat yang memiliki kondisi gigi dan mulut yang sehat.

Kapan terakhir kali berkunjung ke dokter gigi? Mari manfaatkan kesempatan di Bulan Kesehatan Gigi Nasional ini untuk melakukan pemeriksaan dan perawatan gigi. ''Ajak seluruh anggota keluarga,'' ujar drg Mirah.

loading...

loading...

TULIS KOMENTAR

BERITA TERKAIT