Harimau Terkam Karyawan Perkebunan Akasia PT RIA

Senin, 27 Mei 2019 - 00:08:34 WIB
Share Tweet Google +

loading...

Metroterkini.com - Karyawan PT RIA, Amri (32), tewas diterkam harimau Sumatra di kabupaten Indragiri Hilir Riau. Pada tubuh korban terdapat luka di bagian leher dan tengkuk.

Kepala BBKSDA Riau, Suharyono, mengatakan bahwa berdasarkan informasi yang diterimanya, korban bersama delapan rekannya berangkat memanen Akasia milik PT RIA.

Sekitar pukul 10.30 WIB, saat rekannya beristirahat di camp, korban tidak kunjung kembali. Setelah setengah jam menunggu akhirnya rekan korban mulai melakukan pencarian.

“Para karyawan tersebut melakukan pencarian dibantu alat berat. Kejadiannya Kamis lalu,” ujarnya, Minggu (26/5/2019).

Setelah beberapa waktu melakukan pencarian, korban akhirnya ditemukan di area perkebunan Akasia di Kanal Sekundar 41 PT RIA, Desa Tanjung Simpang, Kecamatan Pelangiran, kabupaten Indragiri Hilir. Di sekitar lokasi juga ditemukan seekor harimau Sumatra.

“Saat ditemukan, korban dalam keadaan telungkup dengan luka di bagian tengkuk dan leher. Diduga korban diterkam oleh satwa Harimau Sumatra,” jelas Suharyono.

Korban yang sudah meninggal langsung dievakuasi ke pelabuhan PT RIA untuk dilakukan pemeriksaan oleh dokter dari Puskesmas Pelangiran. Setelah pemeriksaan medis, korban dinyatakan meninggal akibat luka di tengkuk, leher, kepala bagian belakang dan mata sebelah kanan.

Atas permintaan keluarga, korban dibawa ke Sambas, Kalimantan Barat.

BBKSDA Riau segera melakukan koordinasi dengan Polsek setempat untuk penindakan lebih lanjut. “Kami memberikan apresiasi juga kepada pihak yang sigap melakukan evakuasi korban,” tambah Suharyono.

Suharyono mengimbau agar karyawan PT RIA serta masyarakat sekitar untuk tidak melakukan aktivitas apapun di sekitar TKP. Termasuk juga untuk tidak melakukan pemburuan atau membunuh harimau Sumatra tersebut.

“Harimau Sumatra ini merupakan satwa yang dilindungi. Jika ada temuan lainnya kita minta masyarakat untuk segera laporkan ke pihak berwajib,” cakapnya. [***]


loading...

TULIS KOMENTAR

BERITA TERKAIT