Kisah Usma Warungnya Dijarah Massa 22 Mei

Kamis, 23 Mei 2019 - 16:34:06 WIB
Share Tweet Google +

loading...

Metroterkini.com - Cerita Usma (64), seorang pedagang di Jalan KH Wahid Hasyim, yang tampak terduduk lesu di atas warung kecilnya. Matanya memerah seperti sedang menahan tangis akibat daganganya di jarah. 

Kerusuhan massa yang terjadi pada Rabu (22/5/2019) malam ikut merugikan Usma yang sudah puluhan tahun berdagang di Jalan KH Wahid Hasyim. Rokok dan minuman dagangannya ludes dijarah massa yang mengamuk. 

"Rugi kurang lebih Rp 20 juta. Yang diambil rokok sama minuman dagangan. Rokok sisa dua bungkus dari awalnya banyak slop," kata Usma saat berbincang seperti dilansir dari Kompas.com, Kamis (23/5/2019). 

Usma mengisahkan, penjarahan itu terjadi pada Rabu tengah malam. Saat itu, kerusuhan sedang memanas karena massa yang bikin onar di perempatan Sarinah dipukul mundur ke arah Gondangdia. 

Saat Kerusuhan 22 Mei Usma, pemilik warung di Jalan Wahid Hasyim, Jakarta Pusat. Warung milik Usma dijarah saat kerusuhan 22 Mei 2019. Sebetulnya, Usma sudah mengantisipasi kericuhan massa dengan menutup lapak ketika jam menunjukkan pukul 23.00 WIB. Namun, lapaknya tetap dijebol perusuh. 

"Padahal, saya sudah kunci rapat ini lapaknya. Balik-balik tadi pagi sudah kosong melompong warungnya," kata Usma sambil menatap kiosnya yang bercat putih. 

Usma tidak hanya kehilangan barang dagangan. Uang tabungan dan beberapa helai pakaian yang ia miliki juga ikut ludes. 

"Baju saja enggak ada yang tertinggal satu pun. Sisanya enggak ada, terbakar, karena ditaruh di pos polisi. Makanya saya mau pulang dulu," ujar Usma.

Atas kejadian itu, Usma pun sudah melapor kepada polisi. Saat ditanya harapannya, ia tak neko-neko. Ia hanya berharap supaya Jakarta selalu aman dan kejadian serupa tak terjadi lagi. [kmc-mer] 


loading...

TULIS KOMENTAR

BERITA TERKAIT