Viral Boikot Nasi Padang, Ini Jawaban TKN Jokowi-Ma'aruf

Rabu, 24 April 2019 - 23:53:58 WIB
Share Tweet Google +

loading...

Metroterkini.com - Media sosial sedang ramai membahas aksi salah satu simpatisan pasangan calon dalam Pemilu Presiden atau Pilpres 2019 yang menyerukan pemboikotan terhadap nasi Padang dan masakan Padang. 

Bermula dari komentar salah satu akun di media sosial Facebook, yang menulis kalimat provokatif untuk membangkrutkan seluruh rumah makan Padang karena kekalahan capres-cawapres nomor urut 01 Joko Widodo-Ma'ruf Amin di Sumatera Barat. 

Komentar tersebut dibalas oleh akun lain di Facebook. Berikut tangkapan layarnya: 

"JADI MALAS MAKAN DI RUMAH MAKAN PADANG, KAYAKNYA RAKYAT YANG HARUS MEMBALAS, BANGKRUTKAN SEMUA RUMAH MAKAN PADANG," tulis salah satu akun yang mendapatkan respons dari warganet. 

"Akan saya mulai dr KELUARGA saya sendiri. Mulai HARI INI MINGGU 21 APRIL #ANTIMAKANMASAKANPADANG!!! Sampai BATAS yg belum bisa diTENTUKAN," balasan akun lain. 

Tanggapan TKN 
Juru Bicara Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma'ruf, Ace Hasan Syadzily, menegaskan, pihaknya tidak pernah menginstruksikan pemboikotan nasi Padang ini. 

"Tidak mungkin kami memboikot salah satu kuliner kebanggaan bangsa Indonesia. Pak Jokowi saja kemarin di Mal Grand Indonesia makan nasi Padang. Bukan karakter kami melakukan hal seperti itu," kata Ace seperti dilansir dari Kompas.com, Rabu (24/4/2019).

Menurut dia, meskipun di beberapa daerah pasangan capres-cawapres nomor urut 01 tidak mendapatkan suara maksimal dalam Pemilu 2019, Joko Widodo tetap memberikan perhatian di sejumlah daerah tersebut. 

"Coba perhatikan kepemimpinan Pak Jokowi. Beliau memiliki perhatian khusus dengan membangun daerah-daerah seperti di Sumatera Barat, Jawa Barat, Nusa Tenggara Barat, dan lain-lain," ujar Ace. 

Ace menuturkan, pihaknya berkeinginan membangun wilayah Indonesia tanpa pandang bulu. "Kami ingin membangun Indonesia tanpa membeda-bedakan daerah yang Pak Jokowi-nya menang ataupun yang kalah," tutur dia. [***]


loading...

TULIS KOMENTAR

BERITA TERKAIT