80 Orang Petugas Pemilu Meninggal Dunia, 220 Sakit 

Senin, 22 April 2019 - 21:50:26 WIB
Share Tweet Google +

Petugas KPPS di Samarinda meninggal dunia karena kelelawan

loading...

Metroterkini.com - Sebanyak 80 orang petugas KPU, KPPS dan PPK, meninggal dunia usai Pileg dan Pilpres 17 April kemarin. Jumlah ini merupakan data dari seluruh Indonesia.

Hal tersebut disampaikan oleh Komisioner KPU Riau, Nugroho Noto Susanto kepada awak media, Senin 22 April 2019.

"Jumlah sementara, 80 orang petugas PPS dan PPK di seluruh Indonesia meninggal dunia," jelas Nugroho.

Dilanjutkan Nugroho, selain petugas yang meninggal dunia, ada juga 220 petugas lainnya yang jatuh sakit dan dirawat di rumah sakit.

"Semuanya tersebar di 14 provinsi, yaitu DIY, Banten, Sultra, Jatim, Kaltim, Sumsel, Jateng, Sumut, Riau, Jabar, Kalbar, Sulsel, Sulteng, dan Lampung," tambah Nugroho.

Sementara itu, petugas KPU Riau yang meninggal ada lima orang. Lima petugas KPPS dan PPK yang meninggal dunia itu, pertama bernama Suratinizar, Ketua KPPS 02 Desa Bantan Tua, Kecamatan Bantan, Kabupaten Bengkalis. Suratinizar meninggal kecelakaan pasca tugas. Kedua, Yansen Andrys David, Ketua KPPS TPS 5 kelurahan Bengkalis Kota, kabupaten Bengkalis, meninggal dunia akibat serangan jantung. Ketiga, Umar Banu, Ketua KPPS 16 Kelurahan Simpang Kanan, Kecamatan Simpang kanan, Rokan hilir. 

Keempat, Ema, Anggota KPPS 1 Desa Bedeng Sikuran, Kecamatan Inuman, Kabupaten Kuantan Singingi. Ema meninggal dunia akibat Kecelakaan sepulang dari menjalankan tugas. Kelima, Faisal ST, Ketua KPPS TPS 01, Desa Kumantan, Kecamatan Bangkinang kota, Kabupaten Kampar. Faisal meninggal dunia tadi malam sepulang dari pleno penghitungan suara tingkat kecamatan.

"Dengan kondisi tekanan yang tinggi dan kurang tidur, akhirnya petugas kami meninggal dunia," ujar Nugroho. [mer]


loading...

TULIS KOMENTAR

BERITA TERKAIT