PT PSJ Diduga Gunakan Bibit Palsu Untuk Kebun Plasma Petani Gondai Pelalawan

Kamis, 29 Agustus 2013 - 00:00:11 WIB
Share Tweet Google +

Loading...

PT Peputra Serikat Jaya (PSJ) diduga menggunakan bibit  palsu untuk kebun plasma warga Gondai kecamatan Langgam. Pasalnya, sudah 16 tahun kebun seluas 1300 hektar, itu masih saja diterima petani  200 hingga 300 rupiah ribu perbulan untuk satu kapling.

"Kita sudah sangat prihatin terhadap, kebun plasma PT PSJ untuk kelompok tani Srigumala Sakti. Masak umur kebun, sudah 16 tahun akan tetapi, sekarang warga menerima hasil, 200 ribu hingga 300 ribu rupiah perbulan. Inikan sudah tidak beres lagi, diduga bibit untk plasma berbeda dengan bibit inti, " terang Tokoh Pemuda Pelalawan Albert, S, Kamis (29/8/13)

Bahkan untuk memastikan ini dirinya, sudah mendatangi kebun plasma PT PSJ. Disitu sangat jelas sekali adanya ketimpangan anatara kebun plasma dan kebun inti perusahaan. Kebun inti, perawatannya sangat bagus dengan buah yang luar bisa, sementara itu, kebun plasma sangat memprihatinkan.

"Artinya, apa. PT PSJ menggarap kebun untuk plasma tidak serius. Dari awal, mereka menanam bibitnya asal-asalan saja. Begitu juga dengan perawatan, pupuk dan macam-macamnya, tidak serius," tegasnya.

Begitu juga dia menyinggung, terkait polemik antara petani dalam hal ini masyarakat dengan pihak PT PSJ, sudah sering kali terjadi. "Mereka yang mendatangi Kapolres kemarin itu. Entah sudah babak keberapa. Sudah tak terbilang lagi jumlahnya, polemik antara masyarakat dan perusahaan itu," paparnya.

Ditegaskannya, petani plasma sebenarnya sudah lama dan berulang-ulang terjadi dan sering dilaporkan para petani plasma ke polisi, namun tidak pernah ada tindak lanjut yang serius oleh para aparat dan instansi terkait. Kondisi penegakan hukum selalu mandul terhadap kasus ini.

Dimintai keterangannya, Dirut PT PSJ, Titin, berkaitan persoalan ini masih saja bungkam, sudah mencoba melayangkan pesan singkat ketelepon genggam yang bersangkutan tidak dibalas. (bs)

loading...

loading...

TULIS KOMENTAR

BERITA TERKAIT