Novel Baswedan Disebut-sebut Orang Gerindra, Apa Benar?

Selasa, 02 April 2019 - 13:52:09 WIB
Share Tweet Google +

loading...

Metroterkini.com - Kian dekat hari pencoblosan, kian liar isu politik yang berkembang. Penyidik KPK Novel Baswedan dikaitkan dengan Partai Gerindra. Isu liar yang langsung dimentahkan KPK.

Adalah Ketua Presidium Indonesia Police Watch (IPW) Neta S Pane yang mengembuskan isu Novel Baswedan sebagai 'orang' Partai Gerindra. Dia meminta KPK mengklarifikasi.

"KPK perlu menjelaskan dan mengklarifikasi adanya isu bahwa penyidiknya, Novel Baswedan, sebagai 'orang' Partai Gerindra di lembaga antirasuah itu. Klarifikasi itu menjadi penting karena menyangkut independensi KPK dalam hal pemberantasan korupsi dan KPK tidak ditunggangi kepentingan politik tertentu dalam pemberantasan korupsi di tahun politik 2019 ini," kata Neta dalam pernyataan tertulis yang diterima redaksi, Selasa (2/4/2019).

Neta mengaku juga hanya menerima isu, sehingga dia meminta klarifikasi. Isu itu, kata Neta, berkembang setelah Novel disebut oleh jubir Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi sebagai salah seorang kandidat jaksa agung. Dua Waketum Gerindra, yaitu Fadli Zon dan Arief Poyuono, menurut Neta, juga mengungkap kedekatan Novel dengan Prabowo. Bahkan, masih kata Neta, Arief Poyuono menyebut Novel dengan sebutan 'orang kita'.

"Pernyataan ketiga tokoh itu harus disikapi pimpinan KPK agar independensi lembaga itu tetap terjaga sehingga KPK tidak ditunggangi dan diperalat kekuatan partai politik tertentu untuk mengkriminalisasi lawan-lawan politiknya dengan isu atau kasus-kasus korupsi," ujarnya.

KPK sudah berbicara soal isu liar ini. KPK menegaskan dari jajaran pimpinan hingga stafnya tak ada yang terkait dengan partai politik.

"KPK, mulai dari unsur pimpinan sampai pada unsur pegawai, memastikan tidak akan terkait pada kelompok politik praktis mana pun. Jadi kami harap semua pihak bisa menempatkan KPK sebagai lembaga independen tersebut," kata Kabiro Humas KPK Febri Diansyah di gedung KPK, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Senin (1/4/2019).

Hal itu disampaikan Febri terkait nama penyidik KPK Novel Baswedan yang dikaitkan dengan salah satu parpol. Febri meminta semua pihak tak menarik KPK ke isu politik praktis.

"Jangan tarik KPK ke isu politik praktis karena itu hanya akan merugikan upaya pemberantasan korupsi kita. Novel juga sudah clear mengatakan bahwa informasi-informasi tersebut tidak benar," ujarnya. [***]


loading...

TULIS KOMENTAR

BERITA TERKAIT