Demokrat Ingatkan Hashim Perang Uhud Soal Menteri

Senin, 01 April 2019 - 20:43:56 WIB
Share Tweet Google +

loading...

Metroterkini.com - Hashim Djojohadikusumo mengaku Prabowo Subianto pernah membahas porsi menteri untuk partai koalisi di mana sudah ada kesepakatan 7 untuk PAN dan 6 bagi PKS. Partai Demokrat (PD) yang ikut mengusung Prabowo disebut belum punya posisi definitif. PD mengingatkan Hashim soal Perang Uhud.

"Partai Demokrat saat mendukung Pak Prabowo memang ditawari beberapa posisi menteri. Namun, Partai Demokrat memilih untuk tidak membahasnya. Opsi kursi menteri itu tidak etis dibicarakan sebelum koalisi menang. Jadi bagi Partai Demokrat dibicarakan saja nanti setelah menang," kata politikus PD Andi Arief kepada wartawan, Senin (1/4/2019). 

"Partai Demokrat menyarankan pada Hashim untuk belajar dari Perang Uhud," imbuh Andi.

Andi menjelaskan lebih jauh soal Perang Uhud. Dia mengingatkan para elite koalisi Prabowo-Sandiaga Uno untuk tidak merasa sudah menang terlebih dahulu.

"Jangan berebut rampasan perang sebelum yakin perang dimenangkan. Nabi Muhammad pernah hampir terbunuh dalam Perang Uhud karena pasukannya berebut rampasan perang, akibat salah informasi intelijen seolah-olah perang sudah menang. Saat ambil rampasan perang, pasukan lawan menyerbu dan menggagalkan kemenangan," sebut Andi Arief.

Sementara itu, Ketua DPP PD Jansen Sitindaon mengatakan dirinya belum mengetahui terkait pembahasan kursi menteri. Namun, andai Prabowo menang, dia yakin eks Danjen Kopassus itu tahu mana yang berjuang dan yang tidak.

"Jadi kami ini sedang tidak membahas pengisian jabatan-jabatan kabinet lah. Perintah ke kami fokusnya adalah memenangkan Prabowo-Sandi. Persoalan pengisian jabatan kabinet lain dan segala macam itu hak prerogatif Pak Prabowo selaku presidenlah nanti. Dia juga tentu tahu kan siapa yang berjuang habis-habisan gitu, secara maksimal dalam pemilu ini," ucap Jansen dihubungi terpisah. [dtk-mer]
 


loading...

TULIS KOMENTAR

BERITA TERKAIT