Halangi Tugas Wartawan, PT. MAN Akan Dipolisikan

Senin, 18 Februari 2019 - 17:45:27 WIB
Share Tweet Google +

loading...

Metroterkini.com - Prilaku tidak menyenangkan, kembali dialami insan jurnalistik saat menjalankan tugas di Kabupaten Rokan Hulu, Provinsi Riau, dua wartawan dihadang security, PT Merangkai Artha Nusantara (MAN), saat mencoba mengabadikan sungai tercemar limbah, yang diduga akibat limbah perusahaan kelapa sawit tersebut.

Kasus intimidasi terhadap jurnalis ini, terjadi pada hari Kamis (14/2/19) lalu.  Dua wartawan yang mendapatkan intimidasi tersebut, yaitu Eka Syahputra kameramen Riau Televisi, dan Sudirman wartawan online Metroterkini com.  Atas kejadian tersebut, dua wartawan ini berencana menempuh jalur hukum.

Sudirman, salah seorang korban sikap arogansi perusahaan, Senin (18/2/19) menuturkan, peristiwa intimidasi yang dialami dirinya, bersama rekanya tersebut, terjadi saat tim Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Rokan Hulu, bersama perwakilan perusahaan, turun mengambil sampel air di hilir sungai Juragi, Desa Bangun Jaya, Kecamatan Tambusai Utara, yang diduga tercemar limbah. 

Setelah selesai mengambil sampel dari Hilir Sungai Juragi, Tim DLH kemudian bergerak ke kawasan perusahaan untuk mengambil sampel limbah di kolam limbah PT.MAN. saat diperjalanan menuju kolam limbah perusahaan, Sudirman mengaku mendengar, seorang maneger PT MAN, memerintahkan security, agar tidak memperbolehkan wartawan masuk ke kolam limbah untuk mengambil gambar. 

“ kami sempat pertanyakan itu kepada tim DLH, mengapa kami tidak boleh masuk, dan oleh orang DLH, kita diminta masuk bersama dengan mereka” Ujar Sudirman yang juga Ketua Divisi Hukum dan HAM PWI Rohul.

Namun, ketika masuk ke kolam limbah PT. MAN tersebut, seorang security kemudian datang  menghadang Eka Syahputra, Wartawan Riau Televisi, yang saat itu mencoba mengambil visual kolam limbah PT. MAN. Tak hanya menghadang, oknum security PT. MAN tersebut, juga membentak eka dengan ucapan yang tidak pantas. “ sudah…bubar…bubar” Ucap Sudirman menirukan ucapan security tersebut. 

“ Kita sangat menyayangkan sikap arogan pihak perusahaan, tugas kami ini dilindungi Undang-undang, dan semata-mata untuk menjalankan tugas Jurnalistik. Atas kejadian ini, kami berniat menempuh jalur hukum ” Pungkasnya.(man)


TULIS KOMENTAR

BERITA TERKAIT