Pemkab Inhu Tak Tegas, PT SCC dan Warga Bentrok

Senin, 11 Februari 2019 - 19:58:47 WIB
Share Tweet Google +

loading...

Metroterkini.com- Pemkab Inhu Riau dinilai tidak tegas terkait sengketa atas lahan masyarakat dan digarap perusahaan. Padahal Bupati Inhu melalui Surat Bupati Inhu No.221/100/TP/2007 silam, prihal penghentian aktifitas perusahaan diatas lahan bersengketa. 

Namun lambannya penyelesaian dan ketegasan pemerintah daerah untuk menuntaskan sengketa lahan masyarakat dengan PT. Citra Sumber Sejahtera (CSS), akhirnya berujung ribuan warga Desa Pauh Ranap Kecamatan Peranap Kabupaten Indragiri Hulu Provinsi Riau, hanya bisa pasrah.

Pada Jumat (8/2/2019) kemarin, sekitar 3.000 hektaran lahan milik warga, dirampas paksa oleh pihak PT.CSS tanpa manusiawi, sehingga konflik horizontal terjadi. Pasalnya, kehidupan masyarakat yang bergantung pada kebun mereka, dihancurkan perusahaan dengan cara menyerobot dan merusak tanaman.

Persoalan ini sejak tahun 2007 silam telah terjadi, dan ditegaskan agar menghentikan kegiatan perusahaan di areal garapan masyarakat hingga duduk masalah, penegasan tersebut melalui Surat Bupati Inhu No.221/100/TP/2007 prihal penghentian aktifitas perusahaan, sayangnya tak kunjung tuntas dilakukan pemerintah daerah.

Selain itu, sebelumnya pernah membuat perjanjian bersama yang difasilitasi lembaga adat tiga lorong soal lahan KKPA untuk masyarakat seluar 1.650 hektar, juga tapi tak kunjung dilaksanakan sebagai kewajiban perusahaan  hingga saat ini sejak Tahun 2011.

"Soal garapan yang memiliki legalitas dari desa, juga dari pengurus tokoh lembaga adat tiga lorong sesuai surat No.01/BANG/III/2011 telah menegaskan dengan PT.CSS, agar tidak mengganggu masyarakat,” ungkap Kadus Dusun V Desa Pauh Ranap.

Menyinggung terjadinya pembakaran dua unit mobil milik perusahaan, dijawab masyarakat sekitar, Bambang, Minggu (11/2), hal itu tidak sebanding dengan tanaman yang telah dirusak oleh perusahaan.

Tambah Bambang, terjadinya emosi masyarakat membakar mobil dua unit milik perusahaan hingga sulit diredam, akibat kebun yang telah produksi, diracuni dan dicabuti hingga rumah  yang ada diareal kebun, juga dirusak pihak perusahaan.
 
Tak hanya itu, penembakan racun mata terhadap warga saat menahan perluasan aktifitasnya perusahaan yang merusak tanaman membuat warga emosi. Saat itu sempat mengeluarkan penembakan berkali–kali, dan memukul kendaraan warga hingga terjadi bentrok.

Kepala Desa Pauh Ranap Inhu, Amri mengatakan, tunggu saja Kamis (14/2) nanti terkait bentroknya masyarakat dengan PT.CSS sesuai kesepakatan yang difasilitasi oleh Sekda Kab Inhu, H.Hendrizal bersama Kapolres Inhu, Dasmin dan rombongannya.

"Pertemuan itu nanti dijelaskan dari pemicu kejadian tersebut. Sebab masyarakat memiliki surat garapan mereka, sekalipun itu masuk dalam wilayah izin perusahaan. Tapi izin Rencana Kerja Tahunan ( RKT ) tidak pernah diberitahukan dengan desa, dan tidak pernah melihatnya,” jawab Amri. [fras]


TULIS KOMENTAR

BERITA TERKAIT