Tanaman Ubi Bisa Jadi Primadona Gantikan Sawit 

Selasa, 18 Desember 2018 - 21:42:36 WIB
Share Tweet Google +

loading...

Metroterkini.com - Jatuhnya harga sawit saat ini membuat para petani mengeluh dan salah satu alternatif dengan menanami ubi kayu di lokasi replanting perkebunan sawit di Riau. Sekdaprov Riau, dalam kunjunganya ke perkebunan ubi kayu di Desa Karya Indah, Kampar, menyebutkan ubi bisa menjadi primadona baru.

Ditengah merosotnya harga sawit, satu hektar ubi kayu bisa menghasilkan Rp130 juta ditambah lagi perpaduan tanaman jagung dengan masa panen tiga bulan saja. 

Menurut Sekda Ahmad Hijazi, terobosan ini bisa menjadi sumber perekonomian baru, karena tingginya permintaan akan ubi dipasaran saat ini dan harus direspon masyarakat dengan cepat. 

"Saya kira ini harus direspon cepat. Apalagi sawit kita tahu dalam berapa tahun terakhir selalu anjlok, sementara harga ubi dipasaran sangat tinggi. Harganya juga tinggi," kata Hijazi, Selasa (18/12/18).

Hijazi menyampaikan dari penjelasan kelompok tani Harapan Jaya, dengan perhitungan satu hektar saja bisa menghasilkan 80 sampai 100 ton ubi. Jika dengan harga asumsi Rp1300 saat ini dikali 100 hektar yang dimiliki kelompok tani Harapan Jaya, maka Rp130 juta sudah mereka hasilkan dalam delapan bulan masa panen. 

Hebatnya lagi, kelompok tani Harapan Jaya menanam jagung sebagai tanaman dengan masa panen per tiga bulan sebelum ubi dipanen, kelompok tani sudah dapat mengembalikan modal dari modal yang dikeluarkan. 

"Ini sudah kerja bisnis. Dengan pola tanam menggunakan mosa. Menanam ubi ditengah, kiri kanan jagung ditanam bersama sama, jagung tiga bulan panen, sementara ubi 8 bulan, dengan panen jagung saja biaya kos perkebunan sudah tertutupi. Berarti ubi yang ditanam bulan berikutnya itu tinggal utunung saja lagi," ungkap Hijazi. 

Saat ini, di Riau sendiri sudah ada memiliki pabrik pengolahan ubi menjadi tepung tapioka, seperti di Kampar dan Kandis Siak. Namun ketersediaan dua pabrik ubi ini baru memenuhi bahan baku ubi yang dibutuhkan sebesar 40 persen. [***]


TULIS KOMENTAR

BERITA TERKAIT