Pantauan Wartawan Rehab Wako Diduga Asal Jadi

Kamis, 06 Desember 2018 - 17:13:13 WIB
Share Tweet Google +

loading...

Metroterkini - Rehab kantor walikota berdasarkan pantauan oleh salah wartawan, Arman Bahtiar dilapangan proyek ini sungguh amburadul bayangkan belum dipakai proyek ini sudah bocor dan banyak kekurangan lain yang perlu perbaikan.

Seperti diketahui, gedung utama kantor walikota Pekanbaru di Jalan Sudirman direnovasi dijadikan pusat Mal Pelayanan Publik (MPP).

Untuk itu rehab ini mengharuskan beberapa ruangan seperti Sekretariat dan Perlengkapan Daerah dan Kantor Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPM-PTSP) Kota Pekanbaru harus direhab dan dijadikan MPP.

Untuk lebih nyamannya Kantor DPM-PTSP pindah ke Jalan Kasah Komplek SMP Madani, sedangkan bagian Sekretariat dan Perlengkapan Pekanbaru untuk sementara waktu pindah ke aula kantor walikota pekanbaru di lantai III.

Rehab gedung Kantor Walikota Pekanbaru kategori pekerjaan konstruksi dengan sumber Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Pekanbaru tahun 2018 itu dimenangkan pleh PT Angsana Cipta Pratama Jalan Casablanca danannya sebesar Rp8,7 miliar.

Namun bisa anda bayangkan, belum saja dipakai untuk melayani publik, proyek ini sudah bocor, plafon sebelumnya dipasang asal jadi tidak pernah diperbaiki walau saat ini basah karena bocor.

Selain itu palfon ini melendung diduga pemasangannya tidak sesuai standar SNI sayangnya pihak kontraktor sebelumnya berjanji akan memperbaiki namun entah apa sebabnya sampai proyek ini katanya selesai masih belum diperbaiki.

Selain itu sebelumnya TP4D Kejaksaan Negeri Pekanbaru telah melakukan pengawasan mereka diharapkan banyak kalangan mengharapkan jeli dalam melakukan pengawasan terhadap proyek yang memakai uang rakyat ini, agar kelak dana sebesar 8 milyar lebih ini tidak terbuang percuma.

Sebelumnya telah diberitakan terhadap sejumlah dugaa penyeleweangan bahan oleh kontraktor, diharapkan BPK jeli melakukan penghitungan dan menilai bahan yang dipasang pada proyek ini diduga bahan diganti dengan KW.

Sejumlah pihak seperti PPK dan PPTK maupun Konsultan pengawas tidak bisa dikonfirmasi sementra kontraktornya dikabarkan sudah pulang kampung ke Jakarta. [bas]


TULIS KOMENTAR

BERITA TERKAIT