JPU Tuntut Ahmad Dhani Dua Tahun Penjara

Senin, 26 November 2018 - 22:09:39 WIB
Share Tweet Google +

loading...

Metroterkini.com - Ahmad Dhani dituntut dua tahun penjara oleh Jaksa penuntut umum (JPU) dalam perkara ujaran kebencian. Dakwaan dibacakan JPU dalam persidangan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Senin (26/11/2018).

"Menjatuhkan pidana terdakwa Dhani Ahmad Prasetyo alias Ahmad Dhani dengan pidana penjara selama dua tahun," kata JPU Dwiyanti di ruang sidang utama, Pengadilan Negeri Jakarta Selatan.

Ahmad Dhani terbukti secara sah menyuruh orang lain menyebarkan informasi yang bertujuan menimbulkan rasa kebencian. Informasi tersebut memojokan kelompok masyarakat tertentu berdasarkan Suku, Agama, Ras dan antar golongan (SARA).

Perbuatan terdakwa melanggar Pasal 45 ayat 2 juncto Pasal 28 ayat 2 UU RI Nomor 19 tahun 2016 tentang perubahan undang-undang nomor 11 tahun 2008 tentang informasi dan transaksi elektronik juncto Pasal 55 ayat 1 KUHP.

Ahmad Dhani menganggap tuntutan jaksa adalah lelucon karena lebih tinggi yang diterimanya dari Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok, dalam kasus penistaan agama.

Seperti diketahui, Ahok dituntut penjara satu tahun dengan masa percobaan dua tahun. Meski akhirnya, mantan Gubernur DKI Jakarta itu divonis dua tahun penjara oleh pengadilan.

Secara terpisah, kekecewaan Ahmad Dhani diluahkan melalui pesan singkat kepada sejumlah media dan melalui akun instagram-nya. 

Tulisan tersebut berbunyi:

"Kepada rekan media, hari ini saya dituntut Jaksa Penuntut Umum 2 tahun penjara atas pidana ujaran kebencian. Tapi sayangnya JPU tidak bisa membuktikan korban subjek hukum pidana tersebut" tulis Ahmad Dhani.

"Terbukti hari ini JPU tidak bisa menyebut siapa korban yang terserang ujaran kebencian tersebut. Jadi saya menyimpulkan korbannya adalah genderuwo sontoloyo balas dendam karena Ahok dipenjara dua tahun" sambung Ahmad Dhani.

Menurut Dhani, kalau tuntutan yang diterimanya lebih tinggi daripada yang diterima Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok, ia menganggapnya sebagai lelucon. [***]
 


TULIS KOMENTAR

BERITA TERKAIT