Edhie Baskoro Sambangi Sentra Batik Saji Pacitan

Sabtu, 17 November 2018 - 14:28:11 WIB
Share Tweet Google +

loading...

Metroterkini.com - Sebagai penggemar batik sejati, disetiap Giat Reses nya Anggota DPR RI Komisi X Edhie Baskoro Yudhoyono atau biasa disapa Ibas ini, tak longkap mengunjungi Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) Batik atau pengrajin batik, ditambah tradisi membatik di pacitan begitu kental dengan masyarakat karena sudah berlangsung turun temurun, kali ini Ibas berkunjung ke Sentra batik Saji di Kecamatan Pacitan kabupaten Pacitan Jawa Timur, Jumat (16/11/2018).

Bukan cuma menyambangi, Ibas tak rela melepaskan kesempatan langsung ke temapt produksi batik Saji tersebut, sontak saja Ibas menjajal membuat batik Saji dan melihat koleksi batik Saji yang mulai mendunia itu, Ibas juga tak lupa serap aspirasi para pengrajin batik yang sudah menunggu kehadirannya itu.

Ibas menuturkan, batik saji menarik perhatiaannya saat ini sebab batik ini karena warna-warnanya yang berani  dan ramah lingkungan. “Hal yang paling saya sukai dari batik saji, warna-warna untuk Batik Saji diperoleh dari pengolahan bahan alami, seperti kulit mahoni untuk warna merah kecoklatan, buah piksa, joho atau jolawe yang menghasilkan warna kuning, daun ketapang, dan daun talok yang memunculkan warna jingga. 

Selain itu ada pula daun tunjung, jambe, daun mangga, melinjo, kayu tegeran, bunga pisang dan lain-lain untuk warna soga coklat dan biru yang efek pewarnaannya khas, itulah yang harus di budayakan juga, ramah lingkungan,” ujarnya. 

Ibas mengajak para pengrajin untuk terus bersyukur dengan kemajuan industry batik sejak didaftarkan presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) ke UNESCO dan ditetapkannya hari batik Nasional sejak saat itu industry batik menjadi bergairah.

”Saya bangga dan beryukur untuk kemajuan industri batik sejak bapak SBY menjadi Presiden menetapkan Hari Batik Nasional sebagai momentum bangkitnya industry batik nusantara, untuk itu saya dan keluarga selalu bangga menggunakan dan menggemakan nama batik disetiap kesempatan,” tutur dia.

Dikatakan Ibas, dirinya berharap pengrajin batik juga mampu memasarkan produknya melalui media sosial dan jasa e-commerce sebagai salah satu pilihan untuk meningkatkan produktifitas.”Dalam meningkatkan produktifitas, para pengrajin batik tidak boleh gagap teknologi, saat ini sudah ada media sosial dan jasa penjualan online atau e-commerce yang bisa dimanfaatkan agar omset bertambah, terus mengupdate perkembangan agar kreatifitas terus mengalir," tutupnya. [nur]


TULIS KOMENTAR

BERITA TERKAIT