Sandiaga Langkahi Makam Pendiri NU Jadi Sorotan

Senin, 12 November 2018 - 23:27:50 WIB
Share Tweet Google +

loading...

Metroterkini.com - Sikap cawapres Sandiaga Uno saat berziarah ke makam tokoh Nahdlatul Ulama (NU) KH Bisri Syansuri jadi sorotan. Sandiaga tampak melangkahi makam salah satu pendiri NU itu saat berziarah di Hari Santri Nasional lalu.

Sikap Sandiaga itu terlihat dalam video yang tersebar di media sosial sejak beberapa hari lalu. Padahal peristiwa itu terjadi ketika Sandiaga bersama Capres Prabowo Subianto berziarah ke makam para tokoh NU di hari santri, Senin, 22 Oktober 2018.

Seperti dilansir dari detikcom, Senin (12/11/2018), dalam video berdurasi 15 detik. Sandiaga, tampak mengenakan sarung dan berkopiah hitam, awalnya menabur bunga di makam tersebut. Sandi lalu melangkah. Prabowo, yang juga menabur bunga, hendak berpindah ke makam selanjutnya, memilih untuk lewat pinggir secara perlahan sebelum beranjak.

Juru Bicara TKN Jokowi-Ma'ruf Amin, Ace Hasan Syadzily, heran dengan perilaku Sandiaga. Ace kemudian menyinggung gelar 'santri post-Islamisme' yang sebelumnya disematkan Presiden PKS Sohibul Iman ke Sandiaga.

"Oh jadi begitu ya yang namanya santri post Islamisme dalam mempraktikkan adab ziarah kubur? Seharusnya sebagai orang yang katanya tahu tentang tata cara dan etika berziarah kejadian semacam itu tak boleh terjadi," ujar Ace kepada wartawan.

Hal senada juga disampaikan Wakil Ketua TKN Jokowi-Ma'ruf, Abdul Kadir Karding. Menurutnya, apa yang dilakukan Sandiaga yang disebut sebagai 'santri post-Islamisme' itu tak pantas.

"Sangat tidak etis. Seseorang yang tidak pernah mondok sekali pun, melangkahi makam adalah tindakan yang tidak sopan," kata Karding yang juga Ketua DPP PKB. 

Cara tabur bunga cawapres nomor urut 02 itu juga disorot. Elite PBNU yang juga anggota Fraksi PDIP DPR, Nasyirul Fallah Amru, mengkritik cara tabur bunga Sandiaga.

"Makam itu diduduki saja nggak boleh, ini malah dilangkahi sama Sandiaga, itu bukan watak warga NU. Cara Sandiaga menabur bunga juga seperti memberi makan kepada ternak," kata Nasyirul dalam pernyataan tertulis.

Sementara itu rivalnya, cawapres KH Ma'ruf Amin, menyerahkan kepada kiai di Jawa Timur. Rais Aam NU itu tak berkomentar banyak soal sikap rivalnya.

"Itu serahkan ke kiai Jawa Timur. Apa kata kiai Jawa Timur," kata Ma'ruf kepada wartawan di Lebak, Banten.

Kubu Sandiaga Membela

Juru bicara Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno dari NU, Irfan Yusuf Hasyim (Gus Irfan), justru menyoroti pendamping Sandi saat berziarah. Menurut Gus Irfan, biasanya tak pernah ada kesalahan saat Sandiaga berziarah.

"Yang jadi pertanyaan saya, kenapa ya, mereka kan, Bang Sandi dan Pak Prabowo, kan sudah berziarah ke berbagai tempat, berpuluh tempat, tapi nggak pernah ada kesalahan, tapi kok baru di situ ada kesalahan," kata Gus Irfan saat dihubungi.

"Apa pendampingnya yang kurang tanggap atau gimana itu," imbuh dia.

Meski begitu Gus Irfan mengakui ada kekeliruan. "Kalau memang seperti itu, ya memang itu salah satu kekeliruan dari Bang Sandi, tapi memang itu yang berawal dari ketidakpahaman saja," jelas dia.

Waketum Gerindra yang juga Wakil Ketua DPR Fadli Zon mengaku belum melihat video tersebut. Dia mempertanyakan mengapa hal ini dibahas.

"Apa sih masalah-masalah kayak gini dampaknya bagi bangsa? Saya kira masalah makam saja. Menurut saya, yang harus diangkat itu ekonomi seperti apa, hidup susah, harga meningkat. Tapi kalau masalah makam jadi pemberitaan ya agak gimana ya, saya kira agak kurang mendidik," sebut Fadli.

Juru bicara timses Prabowo-Sandi, Andre Rosiade, sebelumnya juga sudah angkat bicara soal video itu. Menurut dia, Sandi tak berniat melecehkan.

"Yang pasti Bang Sandi nggak punya niat apa-apa untuk melecehkan makam atau apa pun juga ya. Yang pasti Bang Sandi nggak punya niat jelek untuk tidak hormat," ujar Andre.

Bagaimana Adab Ziarah Kubur?

Ada adab dalam berziarah kubur. Direktur Urusan Agama Islam Ditjen Bimas Islam Kemenag Juraidi menjelaskan secara singkat mengenai adab ziarah kubur.

"Adab ziarah kubur, pertama berpakaian yang Islami. Dua, berniat mencari ridha Allah. Tiga, mendoakan ahli kubur. Empat, tidak meminta kepada ahli kubur," tutur Juraidi.

Juraidi juga mengutip hadis Rasulullah Muhammad SAW tentang ziarah kubur. Dalam hadis itu memang ziarah kubur pernah dilarang oleh Nabi.

"(Bunyinya) Kuntu nahaakum 'an ziyaratilqabri alaa fazuuruha, artinya: dahulu aku melarang kalian ziarah kubur, sekarang berziarahlah," ujar Juraidi mengutip hadis Nabi Muhammad SAW.

Mengenai adab berziarah juga dijelaskan oleh Ketua MUI Jombang KH Kholil Dahlan. Namun KH Dahlan tak mengomentari sikap Sandiaga secara khusus.

"Pertama mengucapkan salam Assalamualaikum Ya Ahli Kubur. Ke dua niat untuk berdoa kepada Allah SWT memintakan ampunan untuk orang-orang yang sudah meninggal, bukan minta sesuatu. Paling utama duduk di sisi kepala jenazah menghadap ke kiblat (arah barat). Memakai busana yang menutup aurat," kata Kiai Dahlan.

Dia menjelaskan, ziarah makam hukumnya sunah. Kendati begitu, setiap peziarah harus menghormati orang yang sudah meninggal dunia. Menurut dia, arwah orang yang sudah meninggal dunia tetap hidup.

"Pantangannya tidak boleh salat di atas makam, di antara dua nisan. Juga tidak boleh melangkahi makam. Kalau mau lewat jangan melangkahi di antara dua nisan," ungkapnya.

Melangkahi makam, lanjut Kiai Dahlan, merupakan perbuatan yang tak disukai Allah SWT. "Hukumnya makruh, akhlak yang tidak disukai oleh Allah SWT," terangnya. [dtk]


TULIS KOMENTAR

BERITA TERKAIT