Sinyal Black Box Lion Air Sudah Terdeteksi

Rabu, 31 Oktober 2018 - 21:11:51 WIB
Share Tweet Google +

loading...

Metroterkini.com - Sinyal black box Lion Air JT 610 yang jatuh di Perairan Karawang, Jawa Barat, sudah terdeteksi. Namun hingga sore tadi penyelaman dihentikan, keberadaannya masih misteri. 

detikcom ikut dalam misi pencarian bersama Kapal Riset (KR) Baruna Jaya 1 milik Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT). Setelah terus berupaya, ada titik terang terkait keberadaan black box.

Kepala Balai Teknologi Survei Kelautan M Ilyas mengatakan ada 3 objek yang ditemukan yang diduga terkait Lion Air JT 610. Objek itu oleh mereka dinamai C30, C31, dan C38. 

Salah satu temuan yang paling menonjol adalah didapatkannya sinyal black box dari ping locator, alat penerima sinyal dari black box. Tak mau buang waktu lama, tim KR Baruna Jaya pun langsung menerjunkan ROV.

detikcom melihat proses penurunan ROV ke laut dari atas KR Baruna Jaya 1 oleh petugas pukul 12.15 WIB. Ilyas memantau langsung proses ini bersama tim dari BPPT dan KNKT.

ROV atau Remote Operated Vehicle adalah alat canggih berupa kendaraan bawah laut yang dikendalikan dari jarak jauh, untuk menampilkan gambar video secara langsung dari dasar laut. Dengan alat ini, pencarian sebuah objek di dasar laut akan lebih cepat dilakukan.

Terkait 3 objek yang ditemukan, Ilyas belum bisa memastikan apakah ketiganya merupakan bodi Lion Air JT 610 atau bagian lainnya. Karena itu ROV diturunkan untuk mendapatkan kepastian, termasuk mencari keberadaan black box.

"Nah ini mau kita cek dengan ROV. Kalau sudah dengan ROV ini bisa 100 persen dan bukan suspect lagi. Kita itu ngggak berani sebetulnya suspect ini karena batu, kayu, karang pesawat lama, perahu tenggelam juga bisa, valid itu baru setelah dilihat ROV ini," ujarnya.

Seiring dengan diturunkannya ROV, tim penyelam dari TNI AL dan Basarnas pun merapat ke KR Baruna Jaya 1. Mereka mempersiapkan diri melakukan penyelaman ke titik-titik keberadaan objek yang diduga terkait Lion Air JT 610. Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto dan Kabasarnas Marsekal Madya M Syaugi kemudian merapat memantau langsung pencarian.

Layar monitor menampilkan gambar di dasar air yang terekam oleh ROV. Tampak ada objek berwarna oranye. "Ini sepertinya black box ini," kata Ilyas. 

Panglima TNI dan Kabasarnas kemudian mendekat melihat layar. Karena objek itu diduga black box, Marsekal Hadi pun memerintahkan agar para penyelam TNI AL mendekati objek tersebut. "Akan kami langsung susuri, langsung susuri," ujarnya.

Sekitar pukul 16.35 WIB sebanyak 5 orang penyelam mengambil posisi menyelam mengikuti arah ROV yang ada di dasar laut. Tidak lama menunggu objek itu diangkat ke atas kapal dan ternyata objek yang dilihat berwarna oranye merupakan pelampung untuk dewasa dan untuk infant atau bayi berwarna kuning. Ada juga celana serta kaus warna putih.

Usai melihat objek-objek yang diangkat, Panglima TNI dan Kabasarnas pun meninggalkan KR Baruna Jaya. "Kita leaving dulu, kita mau leaving dulu, terima kasih ya, mas Ilyas," ujar Syaugi.

Dalam jumpa pers di Dermaga JITC 2, Kabasarnas mengatakan hasil pencarian sejauh ini belum ditemukan adanya badan pesawat atau pun black box. Meski begitu, dia menegaskan bahwa sinyal black box dari ping locator sudah terdengar. Dia mengatakan, Basarnas bersama TNI dan unsur-unsur terkait akan terus berupaya mencari selama 24 jam. 

Dia mengatakan kendala di lokasi adalah arus bawah yang deras dan adanya pipa-pipa milik Pertamina. Tim penyelam harus ekstra hati-hati agar tidak melakukan kesalahan. Meski demikian Kabasarnas optimistis black box dan badan pesawat segera ditemukan. [dtk]

 

loading...

TULIS KOMENTAR

BERITA TERKAIT