Fraksi Minta Kapolri Usut Aktor Intelektual Hoaks

Selasa, 30 Oktober 2018 - 21:31:48 WIB
Share Tweet Google +

loading...

Metroterkini.com - Beredarnya Surat KPK Hoaks berkaitan Pemanggilan Kapolri, Jendral Tito Karnavian menyangkut salah satu kasus dugaan korupsi yang menggegerkan publik, Gabungan Koalisi 20 Organisasi Aktivis yang tergabung dalam FRONT GERAKAN AKTIVIS SELURUH INDONESIA (FRAKSI) menyatakan sikap sebagai berikut :

1. Bahwa Surat Hoaks tersebut merupakan proses Pembunuhan Karakter Bpk Jenderal Tito Karnavian secara Personal maupun posisi beliau sebagai Kapolri secara Jabatan sehingga perlu di usut sampai Tuntas otak intelektual dibalik pembuatan surat Hoaks tersebut

2. Bahwa Upaya Menyebarkan Surat Hoaks tersebut bukan saja kami melihat pada usaha membenturkan antara KPK dan POLRI, tapi terlebih pada usaha untuk menjatuhkan kredibilitas POLRI dimata masyarakat, sehingga kasus kasus Kriminal yang akan diusut oleh Polri nanti maka sudah pasti akan memunculkan ekspektasi negatif dari Publik sehingga bisa memantik api pertentangan dari masyarakat

3. Bahwa Beredarnya surat Hoaks pemanggilan Kapolri "DIDUGA" adalah satu rangkaian skenario pembunuhan karakter Polri secara tersistemik oleh beberapa elite Politik yang tidak senang dengan pengusutan kasus Ratna Surampaet oleh Polisi karena durasi wacananya tergolong sangat dekat pasca Sebelumnya beredar Opini milik Indonesialeaks.

4. Bahwa Skema propaganda Sesat yang penuh Tipu Muslihat ini terlebih lagi hanya untuk mau menghabiskan energi Polri agar tidak fokus dalam Pengamanan Pemilu 2019 (Karena Rentetan Pilkada Serentak di 2016-2017 Hingga 2018, Polri Berhasil menjaga Keamanan Nasional walaupun potensi gejolak tergolong banyak) olehnya itu ini merupakan Tipu Muslihat jahat dari Pihak pihak yang menginginkan Kegaduhan di Indonesia, Sebab dalam setahun belakangan ini POLRI dibawah Komando Bpk Jenderal Tito Karnavian tergolong sangat Cepat dan Tepat melakukan langkah langkah Protektif pengamanan Pra Pemilu 2019.

5. Bahwa kami Menantang KPK agar segera Membentuk Tim Investigasi Beserta Polri untuk Mengusut Kasus Surat Hoaks Tersebut terlebih lagi tidak membiarkan Polisi bekerja Sendiri sebab yang dicatut adalah lembaga KPK , Bukan Polri, sebab Kapolri hanya Korban Opini, Jadi KPK harus punya andil besar untuk mengusut asal usul surat tersebut.

6. Meminta kepada Kapolri agar tetap fokus jalankan tugas Pengabdiannya untuk menjaga Kamtibmas jelang Pemilu 2019 dan tidak perlu terbagi fokus dengan surat hoaks tersebut.

7. Segera bongkar dan usut kasus hoaks Ratna Sarumpaet, tangkap aktor intelektualnya, sebab Ratna Sarumpaet diduga hanya boneka, bukan pemain utama.

8. Usut tuntas kasus kasus Korupsi yang mengendap di Bareskrim Polri. [rilis]

loading...

TULIS KOMENTAR

BERITA TERKAIT