Kontroversi Prabowo Sebut 99 Persen Rakyat Hidup Pas-pasan

Senin, 22 Oktober 2018 - 21:43:35 WIB
Share Tweet Google +

loading...

Metroterkini.com - Capres Prabowo Subianto menyebut ketimpangan ekonomi masih terjadi di Indonesia. Bahkan saat ini, menurut Prabowo, sebanyak 99 persen masyarakat Indonesia hidup sangat pas-pasan. 

"Kita melihat sekarang adalah keadaan yang saya sebut keadaan paradoks. Keadaan janggal setelah 73 tahun merdeka yang kaya hanya segelintir saja, dan ini bukan saya karang, bukan angkanya Prabowo Subianto," kata Prabowo di hadapan relawan emak-emak dan Prabowo-Sandi di Inna Heritage Hotel, Denpasar, Bali, Jumat (19/10).

"Hasil ini adalah data, fakta yang diakui oleh Bank Dunia, oleh lembaga-lembaga internasional yang nikmati kekayaan Indonesia kurang dari 1 persen. Yang 99 persen mengalami hidup yang sangat pas-pasan, bahkan sangat sulit," bebernya. 

Prabowo kemudian juga menyinggung soal krisis moneter yang terjadi pada 1998 lalu. Dia pun mengaku heran sebab kekayaan alam melimpah tapi Indonesia bisa mengalami krisis. 

"Ternyata saya dapat pencerahan tahun 1998 di saat ekonomi kita ambruk ternyata negara kita untung sebagai negara, sebagai bangsa. Yang kita jual ekspor kita lebih dari impor kita, jadi untung ya," terangnya. 

Tenaga Ahli Utama Kedeputian IV Kantor Staf Kepresidenan Ali Mochtar Ngabalin mempertanyakan data yang dipakai Prabowo.

"Nggak mungkin 99% orang hidup pas-pasan kalau 70% orang puas dengan kinerja ekonomi pemerintah. Data dari mana? Masa seorang calon presiden Prabowo menggunakan data sampah dan sama sekali nggak valid seperti itu?" kata Ngabalin, Senin (22/10).

Ngabalin meminta Prabowo memakai data valid jika ingin mengkritik pemerintah. Bagi dia, Prabowo seolah-olah hanya mementingkan kemenangan pada pilpres jika sembarang dalam melemparkan kritik.

"Pakai data dong, jangan hanya untuk kepentingan kampanye publik disuguhi informasi dan data yang nggak benar, data abal-abal untuk memprovokasi masyarakat. Sekali lagi, by data dan fakta-fakta yang telah dilakukan oleh pemerintah," imbuhnya. [dtk]

loading...

TULIS KOMENTAR

BERITA TERKAIT