Tiga ABG Bawah Umur Dipaksa Telan Pil Anti Hamil

Rabu, 10 Oktober 2018 - 23:20:19 WIB
Share Tweet Google +

loading...

Metroterkini.com - Tiga orang calon TKW yang masih di bawah umur berhasil kabur karena takut diberikan obat anti hamil. Selain itu mereka juga mendapat perlakukan tak senonoh selama dalam penampungan. 

Tiga orang calon TKW yang masih di bawah umur tersebut berinisial FS asal Kecamatan Amanuban Timur, Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), LS asal Kabupaten Kupang, dan SA asal Kabupaten Malaka. 

"Saat berada di Medan, mereka tinggal di sebuah rumah penampungan yang tidak diketahui tiga orang calon TKW ini," ungkap Wakil Gubernur NTT Josef Nae Soi kepada sejumlah wartawan, Rabu (10/10/2018). 

Tiga orang calon Tenaga Kerja Wanita (TKW) berhasil dipulangkan ke kampung halaman mereka oleh Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), setelah berhasil kabur dari penampungan di Medan, Sumatera Utara. 

Wakil Gubernur NTT Josef Nae Soi, langsung menjemput tiga calon TKW tersebut di rumah seorang warga Medan yang bersedia memberi tumpangan sementara. Tiga calon TKW itu, sempat berada di tempat penampungan para tenaga kerja di Medan selama seminggu. 

"Mereka sudah seminggu berada di Medan dan lebih celakanya lagi, mereka mulai dirayu dan bahkan dikasih pil anti hamil, sehingga mereka takut," sambung Josef. 

Menurut Josef, jika sudah diberi pil anti hamil, pasti akan dijadikan pekerja seks komersil. Mereka ini adalah gadis yang lugu. Terhadap kejadian ini, sambung Josef, dirinya meminta polisi melacak pelaku yang mengirim tiga calon TKW ini. 

Pihaknya juga akan melakukan moratorium pengiriman tenaga kerja ke luar negeri, supaya persoalan ini bisa dibenahi bersama. 

Sebelumnya diberitakan, tiga orang calon TKW asal Nusa Tenggara Timur (NTT) yang hendak dijadikan PSK di Medan, Sumatera Utara, berhasil menyelamatkan diri.

Ketiganya berhasil selamat setelah berusaha sekuat tenaga melarikan diri dari tempat penampungan pelaku human trafficking di Kota Medan. 

Wakil Gubernur NTT Josef Nae Soi yang menerima informasi tersebut dari seorang biarawati yang bertugas di Medan kemudian menjemput ketiganya, Minggu (7/10/2018). Josef bersama ketiganya serta rombongan lain tiba di Bandara El Tari Kupang, Senin (8/10/2018) malam. [kmc-mer]
 


TULIS KOMENTAR

BERITA TERKAIT