Ratna Sarumpaet Harus Kembalikan Uang Pemprov DKI

Senin, 08 Oktober 2018 - 19:42:13 WIB
Share Tweet Google +

loading...

Metroterkini.com - Ratna Sarumpaet harus mengembalikan uang sponsorship yang belum digunakan ke Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI. Pengembalian uang tersebut terkait dengan batalnya Ratna pergi ke Cile akibat kesandung kasus hoax.

Kepala Biro Administrasi Keuangan dan Aset Sekretariat (AKAS) DKI, Hasanah mengatakan Ratna harus mengembalikan uang sponsorship yang belum digunakannya. Karena Ratna batal menghadiri acara Women Playrights Internasional (WPI) di Kota Santiago, Cile.

“Harus dibalikin. Itu ada mekanismenya. Karena prinsipnya kita berdasarkan mekanisme. Kalau dibalikin harus pakai mekanisme lagi. Enggak ujug-ujug begitu saja,” kata Hasanah di Balai Kota DKI, Jakarta, Senin (8/10).

Langkah pertama untuk penagihan uang sponsorship tersebut, pihaknya akan mengirimkan surat ke Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) DKI.

“Nanti kita bersurat ke Disparbud. Kita bikin surat teguran agar Disparbud membuat atau merinci dan berkoordinasi dengan maskapai,” ujarnya.

Disparbud harus berkoordinasi dengan pihak maskapai penerbangan yang digunakan Ratna untuk proses refund tiket. Diakuinya, untuk proses itu membutuhkan waktu yang cukup lama.

Kemudian, selain meminta refund tiket, Disparbud juga harus merinci laporan keuangan yang diberikan kepada Ratna. Untuk melihat, mana uang yang sudah terpakai dan tidak bisa dikembalikan, serta mana uang yang tidak terpakai dan harus dikembalikan ke kas daerah.

Ditempat terpisah, Ketua DPRD DKI, Prasetio Edi Marsudi menegaskan uang APBD yang digunakan untuk mensponsori Ratna Sarumpaet ke luar negeri harus segera dikembalikan ke kas daerah.

“Kalau itu tidak dilaksanakan, menurut undang-undang, uang itu harus dikembalikan. Karena dia tidak jadi ke acara itu,” kata Prasetio.

Menurutnya pemberian sponsor kepada Ratna secara pribadi tidak tepat. Seharusnya, kalau memberikan dana hibah atau bantuan harus melalui lembaga atau organisasi.

“Ya namanya orang minta bantuan, siapa pun pasti dibantu. Yang penting dia warga DKI. Pertanyaannya adalah, itu tidak langsung. Harus melalui yayasan atau lembaga atau apalah. Kalau saya lihat dari disposisi, itu atas nama pribadi. Mengatasnamakan dirinya sendiri diundang ke Cile," ujarnya. [bsc-red]
 

loading...

TULIS KOMENTAR

BERITA TERKAIT