Bentrok Tewaskan Supporter, PSSI Hentikan Liga 1

Selasa, 25 September 2018 - 20:59:25 WIB
Share Tweet Google +

loading...

Metroterkini.com - Peristiwa bentrok supporter yang menewaskan anggota The Jak Mania, Haringga Sirla. Sehingga Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) mengambil keputusan untuk menghentikan Liga 1 sampai batas waktu yang tidak ditentukan. 

Demikian disampaikan Ketua Umum PSSI Edy Rahmayadi seusai menggelar rapat dengan Exco PSSI di salah satu hotel di Jakarta, Selasa (25/9/2018). 

"Kami memutuskan menghentikan Liga 1 senior dalam pertandingan putaran kedua di 18 klub sampai batas waktu yang tidak ditentukan," kata Edy Rahmayadi. 

Edy menjelaskan, keputusan ini adalah bentuk keprihatinan PSSI atas tewasnya anggota The Jak Mania, Haringga Sirla, jelang pertandingan antara Persib Bandung dan Persija Jakarta di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), Kota Bandung, pada Minggu (23/9/2018). 

"Ini adalah salah satu bentuk keprihatinan kami dan rasa belasungkawa kami terhadap almarhum," tutur Edy. 

Dalam masa penghentian Liga 1, Edy menyatakan, PSSI akan berkoordinasi dengan berbagai pihak, yakni PT LIB, klub, dan fans. 

"Kami juga akan melaporkan hal ini kepada AFC dan FIFA," ujarnya. Sebelumnya, keputusan untuk menghentilan Liga juga disuarakan oleh Menteri Pemuda dan Olahraga ( Menpora), Imam Nahrawi. 

Dia secara resmi menghentikan sementara Liga Indonesia selama dua pekan terhitung sejak hari ini, Selasa (25/9/2018). 

Keputusan Imam Nahrawi ini terkait dengan insiden meninggalnya Haringga Sirla. Pernyataan ini dikatakan Imam Nahrawi saat jumpa pers di Kantor Kemenpora, Jakarta Selatan. 

"Kejadian ini bukan lagi tragedi sepak bola, tetapi nasional. Atas kejadian ini, kami sebagai pemerintah memutuskan untuk menghentikan sementara Liga Indonesia selama dua pekan," ucap Imam Nahrawi. 

"Hal ini dilakukan sebagai bentuk penghormatan kepada korban. Selain itu, selama liga dihentikan, kami akan melakukan evaluasi besar dan melihat langkah-langkah yang diambil PSSI sebagai pemegang tanggung jawab," tutur Imam. [***]
 


TULIS KOMENTAR

BERITA TERKAIT