Prediksi Ekonomi Indonesia 2019 Versi Sri Mulyani

Senin, 24 September 2018 - 21:23:29 WIB
Share Tweet Google +

loading...

Metroterkini.com - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyatakan optimismenya terhadap kondisi perekonomian Indonesia di tahun 2019 mendatang. Dia menjelaskan, tanda-tanda yang menunjukkan optimisme kondisi ekonomi Indonesia sudah ditunjukkan sejak semester II tahun 2017. 

"Tanda optimisme muncul dalam bentuk semester II tahun 2017 sudah menggambarkan pick up growth Indonesia muncul dari agregat demand dan supply. Kita lihat ekspor tumbuh positif, dan itu suatu perubahan," ujar Sri Mulyani saat memberikan sambutan dalam acara Indonesia Economic Outlook (IEO) 2019 di kawasan Kementerian Keuangan, Senin (24/9/2018). 

Namun sayangnya, dengan berbagai dinamika ekonomi yang muncul, ternyata pertumbuhan impor jauh lebih cepat dibandingkan dengan ekspor. 

Dia mengatakan, naiknya ekspor Indonesia sebesar 4 hingga 5 persen tak sebanding dengan impor yang meningkat hingga 20 persen per tahun. Sehingga, posisi defisit transaksi berjalan Indonesia pada semester II 2018 ini mencapai 13,7 miliar dollar AS. 

Arus modal masuk tahun ini pun tak sebesar tahun 2016 dan 2017 lalu. Namun, dengan kebijakan makro yang semakin kredibel, yaitu dari inflasi yang terjaga pada 3,5 persen dan stabil selama 4 tahun, merupakan salah satu indikator optimisme perekonomian Indonesia tahun depan. 

"Tahun depan konsumsi tetap tumbuh 5,1 persen, dan investasu tumbuh di 7 persen, ekspor 6,3 persen, dan impor bisa dijaga di 7,1 persen," ujar Sri Mulyani. 

Di sisi lain, sektor pertanian menurut Sri Mulyani akan tetap tumbuh sehat di atas 3 persen mendekati 4 persen. Sektor manufaktur diharapkan bisa tumbuh hingga 5 persen, meski sektor pertambangan masih harus terus digenjot. 

Untuk konstruksi, tahun 2019 akan tumbuh di kisaran 5,6 persen, bahkan sketor transportasi dapat mendekati 9 persen. "Dengan inilah kita berharap pertumbuhan ekonomi 5,3 persen tetap kita jaga, meski suku bunga masih akan mengalami tekanan agak naik," ujar dia. [kompas]
 

loading...

TULIS KOMENTAR

BERITA TERKAIT