Rupiah Melemah karena Impor, Ini Kata Sri Mulyani 

Selasa, 14 Agustus 2018 - 23:01:14 WIB
Share Tweet Google +

Loading...

Metroterkini.com - Menteri Keuangan Sri Mulyani menanggapi pernyataan bakal calon wakil presiden Sandiaga Uno, yang menyebut bahwa pelemahan rupiah disebabkan karena Indonesia banyak melakukan impor. Sri Mulyani tidak membantah argumen Sandiaga itu. 

Menurut dia, saat ini pemerintah memang berupaya mengendalikan impor sejumlah komoditas. "Ya tadi sudah dijelasin, kita mau mengendalikan impor, itu yang dilakukan. Dan ekspor itu sudah bagus," kata Sri Mulyani kepada wartawan usai rapat terbatas mengenai peningkatan cadangan devisa, di Kantor Presiden, Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (14/8/2018) sore. 

Rapat terbatas yang dipimpin langsung oleh Presiden Joko Widodo itu menyepakati, Indonesia harus mengurangi impor yang tidak diperlukan untuk meningkatkan cadangan devisa dan menguatkan rupiah. 

Sri Mulyani mengatakan, setidaknya ada 500 komoditas impor yang akan diidentifikasi. "Saat ini kami bersama Menteri Perdagangan dan (Menteri) Perindustrian akan mengidentifikasi 500 komoditas yang memang bisa diproduksi dalam negeri, apakah akan bisa melakukan subtitusi impor sementara kita melakukan pengendalian dari sisi impornya," kata Sri. 

Sri menambahkan pemerintah juga akan menerapkan pajak penghasilan (Pph) impor 7,5 persen untuk barang konsumsi maupun bahan baku. 

Menurut dia, pemerintah akan mengendalikan barang yang permintaannya melonjak tinggi, tapi tidak betul-betul strategis dan dibutuhkan dalam perekonomian. 

"Ini kita suspect termasuk berbagai macam belanja online yang berasal dari luar yang memang mengkontribusikan impor barang konsumsi yang sangat tinggi. Kita akan melakukan langkah yang cukup drastis dan tegas untuk mengendalikan," kata Sri. 

Sebelumnya, bakal calon wakil presiden Sandiaga Uno menilai melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) disebabkan banyaknya barang impor yang masuk ke Indonesia. 

"Karena sekarang ini banyak sekali kebijakan kita yang mengarahkan pemenuhan kebutuhan itu melalui impor," kata Sandiaga.

Hal itu disampaikan Sandi saat berkunjung ke Kantor Pusat Dakwah Muhammadiyah, Menteng, Jakarta, Senin (13/8/2018) malam. 

Diketahui, per 13 Agustus, nilai tukar rupiah mengalami penurunan hingga Rp 14.600 per dolar AS. Cawapres Prabowo Subianto ini pun berjanji, jika nanti menang Pilpres, akan mengupayakan pemenuhan kebutuhan ekonomi dengan produk dalam negeri. Sehingga, dengan kebijakan tersebut, diharapkan nilai tukar rupiah tidak melemah. [***]
 

loading...

loading...

TULIS KOMENTAR

BERITA TERKAIT