Gempa Susulan Berkali-kali, Mataram Masih Mencekam

Ahad, 05 Agustus 2018 - 22:35:12 WIB
Share Tweet Google +

loading...

Metroterkini.com - Gempa berkekuatan 7,0 skala richter dan berpotensi tsunami terjadi di Lombok, Nusa Tenggara Barat. Getaran Gempa terasa begitu keras di Mataram, Lombok Barat meski pusat gempa berada pada barat laut Lombok Timur.

Iwin, warga Mataram, menceritakan kronologi gempa. Dia mengatakan gempa mulanya terasa kecil. Namun dia merasakan gempa kecil tidak sekali terjadi, melainkan berturut-turut selama belasan detik.

"Gempa kecil habis isya. Terus-terusan. Iya berturut-turut," ucap Iwin, Minggu malam (5/72018).

Saat gempa kecil belum usai berhenti, tiba-tiba Iwin merasakan getaran yang sangat besar. Iwin yang saat itu tengah sibuk dengan laptop, sontak keluar rumah mengajak istri.

"Saya bawa istri keluar rumah dulu. Tetangga keluar rumah semua. Lampu langsung mati semua," kata Iwin.

Iwin lantas melihat berita portal media online. Dia kaget bukan kepayang kala mengetahui gempa besar tersebut berpotensi tsunami. 

"Saya langsung bawa mobil ke kota. Kunci rumah," kata Iwin.

Iwin mengaku sangat panik. Baru pertama kali Iwin merasakan hal tersebut. Dia mengaku jantungnya berdebar begitu kencang dan tidak pernah dirasakan sebelumnya.

Kediaman Iwin hanya 20 menit dari Mataram. Dia pun menuju Mataram, ibu kota Kabupaten Lombok Barat untuk mencari rasa aman. 

Dia menduga masyarakat juga menuju ke sana. "Akses macet total. Di Mataram juga mati lampu semuanya," ucap Iwin.

"Pas lewat Kecamatan Gunung Sari ada rumah yang roboh sampai nutupin jalan. Hancur semuanya. Banyak yang hancur sepanjang jalan.

Tangis dan ketakutan membungkus warga yang meninggalkan tempat tinggalnya. Mereka semua menuju Kota Mataram agar merasa aman.

"Macet total. Ramai sekali semua orang berhamburan keluar karena takut tsunami," ucap Iwin seperti dilansir cnnindonesia.

Sekitar satu jam setelah gempa besar, sejumlah kota di NTB masih merasakan gempa susulan. BMKG pun mencatat setidaknya 16 gempa susulan yang getarannya ikut dirasakan warga di Bali. [***]
 


TULIS KOMENTAR

BERITA TERKAIT