8 Tahun Tersangka, Ini Kisah Luna Maya-Cut Tari 

Jumat, 03 Agustus 2018 - 21:41:57 WIB
Share Tweet Google +

loading...

Metroterkini.com - Kasus video porno Ariel 'Noah' dengan Cut Tari-Luna Maya kini memasuki babak baru. Meski Ariel sudah divonis 3,5 tahun penjara, namun 2 wanita yang ada di video Ariel statusnya masih tersangka.

Dirangkum detikcom, Rabu (3/8/2018), kasus video porno itu beredar pada tahun 2010. Kepolisian lalu menetapkan Ariel atau Nazril Ilham, sebagai tersangka. Setelah Ariel, polisi lalu menetapkan Luna dan Cut Tari sebagai tersangka.

Usai dari kepolisian, kasus bergulir ke pengadilan dan hasilnya Ariel divonis 3,5 tahun penjara. Tapi bagaimana Luna dengan Cut Tari? mereka tetap tersangka hingga 2018 ini. Luna dan Cut sendiri disangkakan Pasal 282 ayat 1 KUHP di kasus video porno. 8 tahun berlalu, Luna dan Cut pun tetap tersangka.

Lembaga Pengawas dan Pengawal Penegakan Hukum Indonesia (LP3HI) melalui wakil ketuanya, Kurniawan Nugroho, mengajukan praperadilan ke PN Jaksel. Nugroho mengajukan praperadilan karena khawatir dirinya dan warga lain akan bernasib sama seperti Luna-Cut Tari. 

Praperadilan ini diajukan karena Luna dan Cut dianggap sebagai korban ketidakpastian hukum. Istilah populernya ialah 'tersangka seumur hidup'. Praperadilan ini diharapkan Nugroho dapat memberikan kepastian hukum pada Luna-Cut Tari.

"Luna Maya dan Cut Tari apa pun adalah public figure yang semestinya diberi perlindungan hukum. Jika Luna Maya dan Cut Tari saja tidak mendapat perlindungan hukum, apalagi rakyat biasa, dikhawatirkan akan menjadi korban ketidakpastian penegakan hukum," ucap Nugroho dalam keterangannya, Jumat (3/8/2018).

Atas hal ini Polri membantahnya. Menurut Polri kasus Luna Maya-Cut Tari tetap berjalan penyidikannya.

"Terus berjalan," ucap Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen M Iqbal kepada wartawan, Jumat (3/8).

Mengenai tidak ada kabarnya tentang perkembangan kasus itu hingga akhirnya mencuat karena ada praperadilan, Iqbal mengatakan bila proses hukum memang tidak selalu dibuka ke publik. Menurutnya, apabila dibuka ke publik maka bisa mengganggu proses penyidikan.

"Ada etika penyidikan yang harus tidak disampaikan ke publik karena, satu, bisa mengganggu proses penyelidikan dan penyidikan, kedua, ada norma di dalam sosial kemasyarakatan," imbuh Iqbal. [dtc]
 

loading...

TULIS KOMENTAR

BERITA TERKAIT