Tahun 2019 Pemerintah Hemat Anggaran Rp 34 Triliun

Rabu, 18 Juli 2018 - 22:09:34 WIB
Share Tweet Google +

loading...

Metroterkini.com - Menteri Keuangan RI Sri Mulyani Indrawati mengungkapkan, pemerintah telah berhasil melakukan penghematan anggaran sebesar Rp 34,1 triliun. Penghematan tersebut nantinya akan diimplementasikan pada RAPBM 2019.

"Presiden di beberapa sidang terakhir dan kami pastikan bersama Bappenas kami menajamkan belanja barang. Ada sekitar Rp34,1 triliun dari pagu indikatif awal dari kementerian dan lembaga yang kita lakukan pendisiplinan," kata Sri Mulyani di Istana Bogor, Rabu (18/7/2018).

Penghematan, kata Sri Mulyani didapat dari efisiensi belanja barang dan nantinya akan dialokasikan kepada belanja prioritas. Adapun belanja prioritas tersebut seperti pembangunan sarana dan prasarana sekolah, renovasi pasar.

"Poinnya adalah koordinasi antar menteri makin erat dan ter-organize, sehingga di tahun depan dengan uang yang ada kita bisa menghasilkan dampak yang makin terlihat. Diharapkan juga bisa efisiensi dan bebas dari korupsi, sehingga hasilnya bisa sebesar-besarnya nyata dilihat masyarakat. Apakah sekolah, pasar, atau infrastruktur yang lain," jelas dia.

Sementara itu, Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN/Kepala Bappenas) Bambang Brodjonegoro mengatakan efisiensi atau penghematan tersebut dilakukan atas instruksi Presiden Joko Widodo (Jokowi).

"Di dalam ratas sebelumnya sudah ada arahan presiden mengenai efisiensi belanja barang," kata Bambang.

Anggaran penghematan itu juga nantinya akan digunakan untuk program pengembangan sumber daya manusia (SDM).

"Diarahkan untuk beberapa hal yakni rehabilitasi sarana pendidikan terutama yang untuk sekolah dasar menengah baik yang berada di Kemendikbud maupun yang ada di bawah Kementerian Agama," jelas dia.

Selain itu, alokasi anggaran penghematan ini juga di 2019 akan masuk ke dalam program penurunan stunting dengan menguatkan bidang kesehatan.

"Di samping ada beberapa program untuk pencapaian target RPJMN baik terkait infrastruktur di perhubungan maupun untuk promosi pariwisata, dan juga untuk kesuksesan pemilu 2019," tutup Bambang seperti dilansir dari detikfinance. [***]


TULIS KOMENTAR

BERITA TERKAIT