Skandal 1MDB Rugikan Malaysia Rp177,8 Triliun

Selasa, 17 Juli 2018 - 22:06:42 WIB
Share Tweet Google +

loading...

Metroterkini.com - Menteri Keuangan Malaysia Lim Guang Eng menyatakan skandal 1Malaysia Development Bhd (1MDB) membuat mega proyek kereta ringan (LRT 3) terhenti dan merugikan negara 50 miliar ringgit atau sekitar Rp 177,8 triliun. 

"Malaysia dapat terus melanjutkan mega proyek jika tidak ada skandal 1MDB dan mini 1MDB lainnya," kata Menteri Keuangan Malaysia, Lim Guang Eng. 

Selain itu banyak skandal lain yang serupa dengan 1MDB yang dinilai telah merugikan negara Malaysia. "Kita puluhan dan puluhan miliar ringgit. Kita sekarang harus membayar skandal 1MDB," kata Lim dalam sebuah konferensi pajak nasional seperti dilansir situs berita The Star, Selasa (17/7).

Lim Guang Eng menyatakan sejumlah skandal tersebut merugikan negara, dan terkadang rakyat tidak mengerti besarnya skandal-skandal tersebut.

"Bagaimana kami akan mendapat uang untuk membayar utang-utang tersebut? Kami hanya akan mendapatkannya jika menyelidiki kasusnya dan menangkap pelakunya."

Untuk itu, menurut Lim, pemerintah Malaysia harus mencari solusi untuk membayar utang-utang dan mencegah Malaysia default.

Saat proyek LRT3 diumumkan ke publik, biayanya 10 miliar ringgit, yang bukan nilai sebenarnya yang sebenarnya jauh lebih tinggi

"Pada 2015, kabinet terdahulu menyetujui projek LRT 3 dengan harga RM 10 miliar. Banyak orang tidak percayai jumlah itu; bagaimana jumlahnya bisa sekecil itu dan seharusnya projek tersebut bernilai lebih besar," tambah Lim.

Namun, pada Maret 2018, sebuah surat dari Prasarana Malaysia Bhd menemukan nilai yang sebenarnya dan terungkap ke publik. 

"Dari situ, pemerintah mencari anggaran bernilai RM22 miliar menambah RM10 miliar yang sudah ditetapkan."

"Ini yang terjadi di saat pemerintah tidak jujur sepenuhnya... yang menyembunyikan seberapa besar dana yang dikeluarkan untuk mega proyek," Lim bertambah.

Ia memastikan bahwa meskipun terdapat penyesuaian kereta LRT 3 akan tetap kuat dan menjadi transportasi alternatif untuk dipakai masyarakat daripada terjebak kemacetan.

Lim memberitahukan bahwa ada tiga tipe skandal atau modus operandi yang telah terbongkar. Antara lain pemalsuan, berkas dirahasiakan dan penghilangan dokumen.

Lim menegaskan meski Malaysia masih menyelesaikan masalah itu, namun performa ekonomi tetap konsisten, terbukti oleh rasio utang negara yang rendah dan pasar modal yang efisien. [***]


TULIS KOMENTAR

BERITA TERKAIT