Ini Alasan Mendagri Tjahjo Kumolo Lantik M Iriawan

Selasa, 19 Juni 2018 - 01:07:21 WIB
Share Tweet Google +

loading...

Metroterkini.com - Komjen M Iriawan resmi dilantik Mendagri Tjahjo Kumolo sebagai Penjabat (Pj) Gubernur Jawa Barat. Dia mengisi posisi Ahmad Heryawan yang telah habis masa tugasnya.

Pelantikan ini menjadi polemik dan mendapatkan kritik dari berbagai pihak. Tjahjo dan Iriawan menjawab kritik tersebut.

Tjahjo menyatakan penunjukan Iriawan sebagai Pj Gubernur Jabar telah sesuai aturan perundang-undangan yang ada. Dia menegaskan penunjukan tersebut tidak ada kaitannya dengan proses Pilkada Jabar yang akan berlangsung pada Rabu (27/6) mendatang. 

"Enggak ada apa-apa, yang penting tidak melanggar undang-undang. Dulu itu kan orang curiga, belum-belum (sudah) curiga," kata Tjahjo, saat ditemui usai pelantikan, di Gedung Merdeka, Jalan Asia Afrika, Kota Bandung, Senin (18/6/2018). 

Tjahjo sadar usul menjadikan Iriawan sebagai Pj Gubernur Jabar berpengaruh kepada Presiden Joko Widodo. Dia menegaskan kembali soal penunjukan Iriawan dilakukan berdasarkan aturan yang ada.

"Kan kami enggak mungkin dong saya mengusulkan orang, kemudian menjerumuskan Pak Presiden, kan enggak mungkin. Saya sesuai aturan dan undang-undang karena nama yang saya usulkan saya kirimkan kepada Pak Presiden," ujar dia.

Tjahjo juga menampik jika pengangkatan Iriawan berhubungan dengan Pilgub Jabar. Menurutnya, tak ada upaya politik yang dilakukan pemerintah. Dia menambahkan, pemilihan pun sudah dekat waktunya.

"Sesuai aturan dan mekanisme yang ada, tah mau apa? Toh Pilkada tinggal seminggu, saya (juga) tanggal 21 melantik Penjabat Gubernur Sumut, 27 pencoblosan tanggal 27 (Juni), mau apa? Yang penting melayani masyarakat tata kelola pemerintahan harus berjalan dengan baik," ucapnya.

Tjahjo juga menegaskan penunjukan Iriawan menjadi Pj Gubernur Jabar bukan pesanan dari istana atau Presiden Jokowi. Menurutnya, Iriawan layak menjadi Pj Gubernur karena sudah tidak bertugas lagi di Mabes Polri. 

Sementara itu, Iriawan sendiri berjanji akan menjaga netralitas di Pilgub Jabar. Jenderal polisi bintang tiga ini mengatakan perbuatan melanggar nilai-nilai demokrasi hanya akan merusak karier dan institusi awalnya.

"Saya meniti karir dari bawah. Sampai sekarang alhamdulillah diberikan bintang tiga oleh yang maha kuasa melalui negara. Itu pertaruhan, kalau saya tidak netral sayang karir saya. Karena saya masih ada sisa waktu untuk bekerja demi negara ini dan ingin sukses di semua sektor," ucapnya, saat ditemui usai pelantikan, di Gedung Merdeka, Kota Bandung, Senin (18/6/2018).

Polemik ini muncul karena ada pihak yang curiga soal netralitas Iriawan. Hal ini dikaitkan dengan nama Anton Charliyan yang jadi calon wakil gubernur yang juga berasal dari kepolisian. Anton berpasangan dengan cagub Tubagus Hasanudin.

Pria yang juga akrab disapa Iwan Bule ini menganggap perbedaan pendapat itu sebagai bagian dari demokrasi. Dia mengaku hanya fokus pada tanggung jawab yang diberikan kepadanya.

"Nggak masalah, namanya juga demokrasi. Yang jelas apa yang ditugaskan negara, saya laksanakan. Namanya demokrasi, mungkin beda pendapat tapi tujuannya sama, bagaimana untuk menjaga negara tetap utuh," ucap Iriawan yang pernah menjadi Kapolda Jabar dan Kapolda Metro Jaya ini. [***]

loading...

TULIS KOMENTAR

BERITA TERKAIT