Money Politic, Ketua Demokrat Bengkalis Dituntut 3,5 Tahun

Kamis, 07 Juni 2018 - 15:45:58 WIB
Share Tweet Google +

loading...

Metroterkini.com - Tim Jaksa penuntut umum dari Kejaksaan Negeri Bengkalis menuntut Nur Azmi, ST, Bin Hasyim AR selama 3,5 tahun penjara dan denda 200 juta subsider 1 bulan kurungan.

Sedangkan untuk Adi Purnawan JPU menuntut 4 tahun penjara dan denda Rp200 juta subsider 1 bulan kurungan. 

Amar tuntutan kedua terdakwa dibacakan bergantian oleh jaksa penuntut, Iwan Roy Charles, SH, Aci Jaya Saputra, SH, dan Agrin Niko Reval, SH, dipersidangan, Kamis (7/6/18) di ruang Cakra Pengadilan Negeri Bengkalis.

Dalam tuntutannya, JPU menilai pebuatan terdakwa terbukti sebagaimana diatur dalam Pasal 187 A ayat (1) Jo Pasal 73 ayat (4) Undang-Undang Negara Republik Indonesia Nomor 10 Tahun 2016 tentang Perubahan Kedua atas Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2015 tentang penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2014 tentang pemilihan Gubernur, Bupati dan Walikota menjadi undang-undang Jo Pasal 55 Ayat (1) ke-1 KUHPidana. . 

Dalam persidangan sebelumnya, JPU telah menghadirkan saksi Warlan, Tarmizi, Haris, Subari, Muktaran, Rina Rahayu, Radius Akima, dan ahli Ilham Muh Yasir serta Dr. Erdianto. Disamping itu, saksi meringankan terdakwa, Prof. Dr. Yusri Munaf guru besar hukum Tata Negara Universitas Islam Riau

Selain itu, JPU juga meminta majelis hakim Ketua, Dr. Sutarno, SM, didampingi dua hakim anggota Wimmi D Simarmata dan Moh Rizky untuk menyita dua unit handphone berikut nomor sim car, kartu undangan serta baju kaos bertuliskan Firduas-Rulis untuk dimusnahkan.

Usai pembacaan amar tuntutan, majelis hakim kemudian menskor sidang. Selajutnya majelis hakim ketua  berdiskusi dengan JPU dan tim kuasa hukum terdakwa, Dr. Saut Maruli Tua Manik dkk untuk mengatur jadwal sidang berikutnya. Sebab, besok putusan harus dibacakan.  

Setelah berdiskusi, kemudian disepakati, pada pukul 20.00 WIB malam nanti, sidang dengan agenda pembacaan nota pembelaan oleh tim kuasa terdakwa atas amar tuntutan JPU.

Kemudian dilanjutkan tanggapan (replik) atas nota pembelaan kuasa terdakwa. "Jika ada duplik, sidang pembacaan dupliknya akan digelar pukul 22.00 WIB," kata Dr. Sutarno. 

Seperti diberitakan, dalam dakwaannya jaksa penuntut dalam dakwaanya memaparkan, bahwa terdakwa Nur Azmi Hasyim, ST selaku anggota DPRD Kabupaten Bengkalis berdasarkan Keputusan Gubernur Riau Nomor : Kpts.564/VIII/2014 tentang Peresmian Pemberhentian Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Bengaklis masa jabatan 2009-2014 dan peresmian Pengangkatan Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Bengaklis Masa jabatan 2014-2019, lampiran ke II Nomor ururt 31), Pada hari Jum'atat tanggal 13 April 2018 sekira jam 10.00 WIB bertempat di Lapangan Futsal Desa Parit Kebumen, Kecamatan Rupat, Kabupaten Bengkalis melakukan reses tahap pertama yaitu  dari tanggal 10 April S/d 15 April 2018 sesuai dengan ketetapan Badan Musyawarah (Bamus) DPRD Bengkalis, 

Terdakwa Nur Azmi Hasyim, ST alias Emi Bin Hasyim sebagai Anggota DPRD dari Paratai Demokrat Kabupaten Bengkalis melaksanakan kegiatan Reses di Desa Parit Kebumen Kec.Rupat Kabupaten Bengkalis Pada tanggal 13 April 2018. Yang mana pada saat itu juga ada kegiatan Kampanye Pasangan calon Gubernur Nomor urut 3 Firdaus-Rusli.

Bahwa kemudian terdakwa Nur Azmi Hasyim, ST memerintah ajudannya Adi Purnawan alias Adi Bin Miskun (dalam berkas terpisah) untuk mengambil dana reses Rp45 juta kepada Rina Rahayu alias Yayuk selaku Bendahara Pengeluaran Pembantu di Sekretariat DPRD Bengkalis. Dana itu, untuk sekali kegiatan reses dan dapat digunakan untuk 3 kegiatan.dengan Rincian sebagai berikut:

Biaya transportasi anggota reses (peserta yang menghadiri Reses) Rp.24.800.000,-.
Akomodasi makan minum kegiatan reses Rp.3.200.000,-.
Sewa kursi Rp.400.000,-.
Biaya Kegiatan tabligh Akbar Rp.11.500.000,-.
Biaya untuk membuat undangan reses Rp.250.000,-, dan biaya tak terduga lainnya.

Kemudian Nur Azmi meminta Adi untuk biaya transportasi sebesar Rp.24.800.000,- membagikan kepada peserta reses.

"Pur! Kita sediakan dana Rp.25.000.000,- untuk biaya trasnpor peserta reses kita dan tolong sampaikan kepada peserta reses yang akan diundang bahwa ada uang transport dan sedikit bingkisan, nanti uangnya dimasukan dalam amplop aja," perintah Azmi kepada Adi. 

Bahwa Kemudian terdakwa Nur Azmi membeli baju warna biru hijau yang bertuliskan Firdaus-Rusli 3 Jadikan yang akan dibagikan keada peserta reses dan peserta kampanye paslon No.3, terdakwa juga mengkonsep undangan reses dan silaturahmi Calon Gubernur Riau dengan KOP undangan bertuliskan BERBENAH, dengan Perihal : 

Menghadiri acara reses bersama anggota legislatif Kabupaten Bengkalis NUur Azmi Hasyim , ST periode 2014-2019 dan Silaturahmi calon gubernur Riau. dengan latar belakang undangan ada Foto Lingkaran Biru dengan foto terdakwa Nur Azmi Hasyim, ST alias Emi Bin Hasyim disebelah kanan dan foto pasangan Calon Gubernur dan Wakil Gubernur No.urut 3 Firdaus-Rusli, setelah menerima konsep undangan dari terdakwa Nur Azmi, Adi Purnawan alias Adi Bin Miskun membuat undangan tersebut dirumahnya, Setelah undangan tersebut jadi, Adi mengirimkan contoh undangan tersebut kepada terdakwa melalui pesan Whatsapp untuk meminta persetujuan. Setelah undangan disetujui terdakwa, Adi kemudian mencetak undangan tersebut sebanyak 500  dan membagikan sendiri kepada masyarakat dibantu oleh TIM Berbenah (Tim dari .Nur Azmi Hasyim, ST aAlias Emi Bin Hasyim).

Bahwa pada hari Jum'at tanggal 13 April 2018, dilokasi reses setelah mendapatkan persetujuan dari terdakwa, Adi membagikan uang transport kepada Sri Lasmewah Nirwana alias Wana Binti Napsir sebanyak 5 ikat dengan pecahan Rp.50.000,- dengan total Rp.25.000.000,- sesuai arahan terdakwa agar nantinya uang tersebut dimasukan kedalam amplop yang setiap amplop berisikan uang transport Rp50.000,- untuk peserta Reses dan peserta silaturahmi calon Gubernur Riau yang hadir.

Bahwa terdakwa menelpon Sri Lasmewah Nirwana untuk membantu dalam kegiatan reses yang akan dilaksanakan di Desa Parit Kebumen pada Tanggal 13 April 2018. Kemudian Adi menelpon Sri Lasmewah Nirwana untuk menjadi panjaga absen sekaligus pembagi uang transport Rp.50.000,- setelah para peserta reses mengisi absen. Amplop berisikan uang Rp50 ribu disertai baju warna biru bertuliskan Fridaus-Rusli Nomor 3 Jadikan, itu kemudian dibagikan kepada 400 yang hadir saat itu. Sisa uang yang masih bersisah sekitar Rp.8.000.000,- diberikan kembali kepada Adi Purnawan.

Setelah acara reses selesai dengan ditandai pergantian spanduk kampanye, Adi Purnawan membagikan baju Pasangan calon no urut 3 yang didalam nya diselipkan amplop yang berisikan uang sebesar Rp.50.000,-. Pemberian baju dan uang itu diketahui terdakwa Nur Azmi Hasyim, ST, kepada 20 orang peserta kampanye.

Pembagian uang dan baju tersebut diketahui terdakwa akan mempengaruhi warga setempat dalam menentukan pilihannya.

Pebuatan terdakwa ini diatur dan diancam hukuman menurut Pasal 187 A Ayat (1) Jo Pasal 73 Ayat (4) Undang-Undang Negara Republik Indonesia Nomor 10 Tahun 2016 tentang Perubahan Kedua atas Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2015 tentang penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2014 tentang pemilihan Gubernur, Bupati dan Walikota menjadi undang-undang Jo Pasal 55 Ayat (1) ke-1 KUHPidana. [Rdi]

loading...

TULIS KOMENTAR

BERITA TERKAIT