Danau Mematikan Membunuh Makhluk yang Mendekatinya

Kamis, 24 Mei 2018 - 13:36:47 WIB
Share Tweet Google +

loading...

Metroterkini.com - Danau menjadi salah satu destinasi yang cukup populer dikunjungi wisatawan. Salah satu alasannya adalah pemandangannya yang indah. Tidak hanya dapat menarik perhatian orang-orang saja, terkadang danau pun juga menarik sekelompok hewan untuk berada di sana.

Namun, hal ini mungkin tidak berlaku bagi Danau Natron di Tanzania. Danau ini pun disebut-sebut sebagai neraka di bumi untuk sebagian besar hewan. 

Hal ini tidak lain karena tingkat pH dan suhu di dalam air yang sangat tinggi. Suhu rata-rata danau ini seperti yang dilansir dari laman CBS News adalah 80 derajat fahrenheit, tetapi dapat melonjak setinggi sekitar 140 derajat dan memiliki pH sampai 10,5.

Danau Natron yang namanya diambil dari natron, merupakan mineral yang sering disebut sebagai sodium carbonate decahydrate. Mineral ini diketahui sering digunakan orang Mesir kuno untuk mengeringkan organ selama proses mumifikasi.

Kandungan mineral dalam airnya diketahui merupakan kapur magmatik yang ada di dalam bumi, dan ke luar melalui aliran lava. Sehingga membuat hewan seakan dicelupkan dalam adonan semen.

Meski demikian, satu-satunya spesies hewan yang dapat bertahan hidup di bawah permukaan danau adalah ikan alkaline tilapia (Alcolapia alcalica), dan ia dapat hidup hanya di sepanjang tepi di mana airnya kurang asin. Bakteri juga telah beradaptasi dengan air yang mematikan.

Meski disebut sebagai neraka, ternyata danau ini merupakan satu-satunya tempat berkembang biak bagi flamingo yang terbang rendah (Hoenicopterus minor).

Seperti dilansir Viva dari Aol, sebanyak lebih dari 1,5 juta flamingo lebih rendah berduyun-duyun ke Danau Natron setiap tahun untuk berkembang biak. Sebab mereka diketahui dapat menahan air mematikan karena kulit kasar mereka.

Tapi seperti yang ditunjukkan foto Brandt, bahkan flamingo kadang-kadang menjadi korban danau tersebut dan berubah menjadi batu. [*viva]
 

loading...

TULIS KOMENTAR

BERITA TERKAIT