Napi Rutan Dumai Kabur, Pertugas Kecolongan

Kamis, 28 Maret 2013 - 08:04:31 WIB
Share Tweet Google +

loading...

Narapidana Rumah Tahanan (Rutan) Klas IIb, Dumai, Riau yang kabur, Ahmad Riki (20) akhirnya tertangkap di salah satu kamar hotel di Jalan Jenderal Sudirman Dumai, Rabu (27/03/13) sekitar pukul 02.00 WIB.
Kepala Rutan Dumai, Marten mengatakan, penangkapan kembali napi kasus penggelapan sepeda motor ini setelah selama 15 hari berada di luar kurungan penjara berkat kerja keras pihaknya mengendus keberadaan Riki.

Kronologis penangkapan, kata Marten, Riki diketahui berpindah-pindah dari satu kota ke kota lain. Namun pada Rabu malam kemarin sekitar pukul 10.00 WIB, Riki dipastikan berada di kota Dumai dan menginap di salah satu kamar hotel.

"Setelah kami pastikan dia berada di kamar hotel, empat petugas kami dan dibantu sejumlah masyarakat setempat menggrebek kamar 26 di hotel yang kami rahasiakan namanya. Saat itu dia tidak bisa melawan dan ditemukan bersama seorang teman wanita," terang Marten, kepada Antara seperti dikutip metroterkini.com.
Marten menjelaskan, Riki yang kini telah dijebloskan ke penjara mengaku alasan kabur sangat ingin berziarah ke makam orangtua laki-laki yang meninggal dunia disaat dia menjalani masa pembinaan di Rutan.

"Dia sempat berada di propinsi Sumatera Barat untuk melihat dan berziarah ke makam bapaknya yang meninggal saat dia dikurung penjara. Dia mengakui alasan kabur hanya untuk berziarah dan datang ke Dumai untuk menyerahkan diri," jelas Marten.

Diketahui juga selama masa kaburnya, karena tidak memiliki saudara dan keluarga di kota Dumai, warga binaan yang divonis penjara 14 bulan ini telah sempat menginjakkan kaki di kota Pekanbaru dan beberapa daerah lainnya.

Ahmad Riki merupakan narapidana Rutan Dumai yang berhasil kabur dari penjagaan petugas pengamanan dan lolos keluar melewati pintu masuk penjara pada Rabu 13 Maret 2013 lalu sekitar pukul 09.30 WIB. Meski sempat dikejar petugas di jalan raya dengan berlari, namun Riki tetap berhasil kabur karena lolos dari kejaran dan pandangan mata aparat pengamanan rutan.

Napi yang sudah menjalankan masa kurungan 6 bulan tersebut bisa lolos karena mendapat peluang disaat membantu tugas kebersihan di sekitar lingkungan perkantoran dan pintu utama Rutan. Sebab, sebelum itu, Riki seperti biasa menjalankan tugas yang dipercayakan Rutan karena berperilaku baik dan menyisakan masa tahanan singkat 6 bulan lagi.

Marten saat itu menyatakan, kaburnya Riki akibat kelalaian petugas jaga yang bertugas menjaga pintu utama Rutan dan keterlambatan petugas menghidupkan sepeda motor saat pengejaran.
"Karena kabur, Riki akan kehilangan hak selama masa kurungan, seperti pengurangan masa tahanan pada saat momen hari besar keagamaan dan hak lainnya. Tertangkapnya napi kabur ini berkat dukungan dan kerja sama pihak-pihak yang tidak bisa saya sebutkan," ungkap Marten.**(kr)

loading...

TULIS KOMENTAR

BERITA TERKAIT