Senator Aceh Paparkan Kisah Perjuangan Nabi 

Kamis, 03 Mei 2018 - 09:20:22 WIB
Share Tweet Google +

loading...

Metroterkini.com - Senator Aceh Anggota DPD-RI, H.Sudirman Sapaan Akrab Haji Uma menghadiri acara Dakwah (tausiah) Islamiah dalam rangka menyambut bulan suci  Ramdahan 1439 Hijriah, yang dilaksanakan panitia mesjid dan pemuda gampong Meunasah Geudong, Kecamatan Tanah Jambo Aye Aceh Utara. Selasa, malam (01/01/2018)  di halaman Meunasah gampong tersebut.

Pantauan media ini,  Suasana mendung yang disertai hujan rintik-rintik dilokasi acara tausiah, namun ratusan para pengunjung tetap tidak beranjak dari tempat hingga usai kegiatan.   

Diacara tersebut hadir, Ketua DPRK Aceh Utara H.Ismail A.jalil (Ayahwa). Panglima muda daerah IV Wilayah Pase Muhammad Jhony. Muspika plus Tanah Jambo Aye, Imum mukim, aparatur gampong setempat dan ratusan para jamaah.

Haji Uma sebagai penceramah pada saat itu menyampaikan. Tentang perjuangan nabi besar Muhammad SAW dalam menegakkan agama Islam yang dirahmati Allah juga tentang kesetian istri terhadap suaminya.

"Bulan suci ramdhan sudah diambang pintu, persiapkan diri kita masing-masing untuk menyambut bulan yang penuh berkah dan perbanyak amalan semoga kita semua di ampuni dosa-dosa hingga kembali fitri (suci) hingga tiba hari raya Idul Fitri, tutur Haji Uma.

Ia juga  menyampaikan bahwa, Seindah-indahnya perhiasan dalam dunia ini adalah wanita yang saleh.wanita yang saleh adalah istri yang sanggup menyenangkan hati suaminya, bukan untuk menyenangkan hati lelaki lain yang bukan suaminya.

"Pencipta itu beda dengan yang diciptakan, makanya dalam mengadakan shalat lima waktu naitnya harus ikhlas.karena hakikatnya rasulullah tidak pernah berbohong. Karena nabi muhammad pergi bersama jibril saat menjemput shalat lima waktu kelangit yang ketujuh. Makanya shalat itu harus benar. Karena kalau shalat benar maka puasa pun akan beres," terang Haji Uma.

Sementara itu. H Ismail A.Jalil  dalam sambutan menyampaikan kepada seluruh hadirin yang hadir supaya tetap menjaga kekompakan dan kebersamaan dalam menjaga persatuan.

Kepada para pemuda diharapkan supaya menjauhi narkoba.

"Terima kasih kepada panitia dan pemuda yang telah melakukan acara ini, harapan saya kepada bapak/ibu dan para pemuda sekalian, tolong jaga persatuan dan kenyamanan daerah masing-masing. kita memiliki adat dan budaya yang islami, pemuda sebagai penyambung tongkat estafet pemimpin masa depan bangsa, pemuda punya tanggung jawab yang besar terhadap agama dan negara, maka jauhilah narkoba, karena bisa merusak generasi bangsa. Bila pemuda itu rusak maka hancurlah negara," tutur Ayahwa. [Samso]

loading...

TULIS KOMENTAR

BERITA TERKAIT