Cara Deteksi Kesehatan Dengan Cek Jengkal Tangan

Rabu, 18 April 2018 - 11:45:16 WIB
Share Tweet Google +

loading...

Metroterkini.com - Menurut hasil Riset Kesehatan Dasar (RISKESDAS) tahun 2013, diabetes melitus menjadi salah satu masalah kesehatan masyarakat dunia. Jumlah penderitanya pun kian bertambah dari waktu ke waktu. Faktanya, salah satu faktor risiko diabetes adalah kelebihan berat badan dan obesitas. Ini sebabnya, penting bagi kita untuk mengetahui apakah termasuk kelebihan berat badan, atau bahkan obesitas. 

Terdapat berbagai faktor risiko yang memicu timbulnya diabetes, di antaranya usia, kehamilan, stres, konsumsi obat-obatan tertentu, riwayat keluarga, kolesterol tinggi, dan obesitas. Dilansir dari laman Kompas, penyebab diabetes tipe 2 yang paling umum adalah kelebihan berat badan atau obesitas. 

Hampir 90 persen orang dengan diabetes tipe 2 juga mengalami obesitas, terutama jika kamu memiliki kelebihan berat badan di sekitar perut (obesitas sentral). Pasalnya, orang dengan obesitas memberikan tekanan berlebih pada tubuhnya untuk menghasilkan insulin guna mengatur gula darahnya. 

Karena itulah, mereka cenderung terkena diabetes. Obesitas sentral atau obesitas abdominal (yang lebih awam dikenal dengan perut buncit atau perut gendut) adalah kumpulan lemak berlebih di daerah perut (abdominal). Obesitas sentral ini memiliki risiko 7 kali lebih besar menyebabkan diabetes. Masalahnya, berat badan saja tidak bisa dijadikan patokan obesitas sentral. 

Banyak orang dengan berat badan yang tampak normal tapi perutnya buncit, sehingga berisiko obesitas sentral serta diabetes. Oleh sebab itu, kita perlu memperhatikan seberapa besar timbunan lemak yang ada di perut. Salah satu cara yang bisa kita lakukan untuk memperkirakan risiko obesitas adalah dengan mengukur lingkar pinggang ideal menggunakan jengkal tangan. Bagaimana caranya? Untuk mendeteksi kesehatan sebagian besar membutuhkan alat-alat tertentu, contohnya timbangan untuk mengukur berat badan, kaliper untuk mengukur lemak tubuh, atau pita ukur untuk mengukur lingkar pinggang. Sayangnya, tidak semua orang memiliki alat-alat tersebut.

Ada satu cara yang bisa kita coba dalam memperkirakan apakah linggar pinggang ideal atau tidak. Kita dapat mengukur hanya dengan menggunakan tangan. Akan tetapi, penting dicatat bahwa teknik ini tidaklah sangat akurat, sehingga saat ini belum bisa dijadikan metode pengukuran yang 100% tepat. Namun, cara mudah ini tentu sangat membantu kita mewaspadai risiko obesitas dan diabetes sejak dini. Ukuran jengkal tangan orang dewasa adalah sekitar 20-25 cm. Maka, 4 jengkal diperkirakan setara dengan 80-90 cm. Nah, cara ini bisa kitaa gunakan untuk mendeteksi kemungkinan obesitas sentral.

Bagaimana cara mengukur lingkar pinggang dengan 4 jengkal tangan? Berdirilah dengan tegak dan bernapas seperti biasa, lalu ukur lingkar pinggang sejajar dengan pusar menggunakan jengkal tangan, mulai dari depan atau belakang. Jika lingkar pinggangmu melebihi 4 jengkal, maka kamu kemungkinan termasuk kategori obesitas sentral. Ukuran lingkar pinggang ideal untuk wanita adalah kurang dari 80 cm, sedangkan untuk laki-laki tidak lebih dari 90 cm. Apabila hasil pengukuran lingkar pinggang lebih dari angka tersebut, maka ada kemungkinan kamu punya perut buncit atau obesitas sentral. Untuk mendapatkan hasil yang lebih akurat, lebih baik gunakan pita ukur untuk mengetahui angka pasti lingkar pinggang. 

Pasalnya, ukuran tangan setiap orang berbeda-beda sehingga kemungkinan memberikan hasil yang berbeda-beda pula. Setelah melakukan cek kesehatan dengan teknik 4 jengkal tangan dan ternyata hasilnya berisiko, segera pastikan lagi dengan menggunakan pita ukur untuk mendapatkan hasil yang lebih akurat. Kamu juga bisa cek lingkar pinggang ideal dengan cara periksa ke dokter. Selain penting sebagai langkah pencegahan obesitas dan diabetes, dokter pun bisa memberikan saran perubahan gaya hidup atau pengobatan tertentu, jika memang diperlukan. Dengan mewaspadai berbagai risiko kesehatan dan rutin periksa ke dokter, kita bisa menjalani hidup tanpa kekhawatiran berlebih. [*]

loading...

TULIS KOMENTAR

BERITA TERKAIT