Ketua DPRD Mataram: Sasak Punya Nilai Universal 

Sabtu, 14 April 2018 - 22:33:24 WIB
Share Tweet Google +

loading...

Metroterkini.com - Pengurus Ikatan Mahasiswa Sasak (IMSAK) Jakarta periode 2018-2019 resmi dikukuhkan. Acara pelantikan organisasi primordial Nusa Tenggara ini, dilangsungkan di Gedung Joang, jalan Menteng Raya Jakarta pada Sabtu 14 April 2018. Pelantikan kepengurusan organisasi ini dihadiri oleh ketua DPRD Mataram, Didi Sumardi, kader-kader IMSAK Jakarta serta tokoh-tokoh pemuda Nusa Tenggara Jakarta.
 
Ketua Umum IMSAK terpilih, Saiful Hadi dalam sambutan perdananya, menyebutkan bahwa periode kepengurusan IMSAK kedepan akan terus diwarnai dengan gerakan-gerakan kultural yang khas sasak. Saiful menyebut bahwa program utama daripada periode kepengurusannya sesuai dengan tema pelantikan yang diusung.

"Tema Sasak Untuk Indonesia, bagi saya memiliki nilai filosofis yang sangat dalam. Didalamnya terkandung pengertian bahwa dengan membangun identitas kultural sasak sama dengan memperjuangkan bangsa menuju kemakmuran dan kemajuan" katanya. 

Maka dari itu, sambung Saiful, kesadaran berorganisasi dan berkumpul dalam naungan sasak, selain memperkuat tali silaturahmi sesama warga sasak di perantauan, secara tidak langsung juga turut membantu mewujudkan kemajuan bangsa. 

"Semoga kita semua konsisten berjuang dan berproses dalam koridor kesasakan," ujar Saiful yang juga Mahasiswa Pascasarjana UIN Syarif Hidayatullah Jakarta ini. 

Senada dengan Saiful, Ketua DPRD Mataram, Didi Sumardi dalam pidatonya, menyebut pentingnya nilai-nilai budaya dan kultural sasak di Jakarta. Pemuda sasak, katanya, harus terus memegang nilai budaya agar kemudian dapat menjadi spirit dan ruh perjuangannya.

"Sasak itu adalah suku yang memiliki nilai-nilai universal," ujarnya. 

Lebih lanjut ia mengatakan bahwa Sasak mempunyai sejarah panjang dengan tata nilai yang yang bisa diterapkan disegala waktu dan ruang. Tata nilai universal ini, tuturnya, yaitu pertama suku sasak berpegang teguh pada nilai persatuan. Kedua, suku sasak berjiwa bersih dan jujur. Ketiga, suku sasak senantiasa bergotong royong.

"Bilamana prinsip ini tertanam dalam diri warga sasak, khususnya kader-kader IMSAK Jakarta ini, maka eksistensi sasak dipastikan tidak akan dipandang sebelah mata," katanya. 

Didi Sumardi menekankan bahwa syarat utama dari gerakan kultural ini tentu saja diawali dengan kesolidan internal warga sasak. Maka dari itulah, katanya, undangan pelantikan imsak dengan tema "Sasak Untuk Indonesia" ini adalah panggilan perjuangan bagi saya.

"Saya cukup optimis, pengurus IMSAK Jakarta dapat mengaktualisasikan tema ini selama periode kepemimpinanya. Asal tentu saja, didalamnya tidak ada kubu-kubuan," tutupnya seraya tersenyum. [dedi]


TULIS KOMENTAR

BERITA TERKAIT