Facebook Umumkan Data Pengguna Indonesia yang Dicuri

Jumat, 06 April 2018 - 13:34:20 WIB
Share Tweet Google +

loading...

Metroterkini.com — Setidaknya sekitar 1 jutaan pengguna facebook di Indonesia bocor akibat skandal Cambridge Analytica. Jumlah tersebut merupakan bagian dari 50 juta data pengguna Facebook dunia yang bobol. 

Facebook sendiri lewat pernyataannya berjanji akan merilis akun siapa saja yang datanya telah diambil Cambridge Analytica, termasuk pengguna asal Indonesia. 
Pemberitahuan itu akan ditampilkan lewat sebuah tautan yang ditempel di newsfeed paling atas di akun masing-masing pada Senin (9/4/2018) nanti. 

Hal itu sesuai dengan apa yang ditulis dalam situs Newsroom Facebook yang di-posting pada Rabu (4/4/2018). "Pada 9 April, kami akan beri tahu aplikasi apa saja yang mengambil data dari Facebook. Mereka bisa menghapus aplikasi yang tidak diinginkan," tulis Facebook. 

"Sebagai bagian dari proses ini, kami juga akan memberi tahu pengguna jika informasi mereka telah disalahgunakan Cambridge Analytica," imbuhnya. 

Terkait Kebocoran Data Pengguna Jumlah akun dari Indonesia duduk di urutan ketiga dalam kasus kebocoran data ini setelah Amerika Serikat dengan kebocoran data 70,6 juta pengguna Facebook dan Flipina dengan kebocoran data 1,1 juta pengguna Facebook. 

Grafik negara dan jumlah pengguna Facebook yang mengalami kebocoran data ke Cambridge Analytica.(Facebook) Kendati demikian, pihak Facebook mengatakan tidak mengetahui persis data apa saja yang dibocorkan ke Cambridge Analytica. 

Dari keterangan facebook, sumber kerentanan ini dikatakan berasal dari fungsi pencarian di halaman Facebook yang memungkinkan siapa pun mencari pengguna melalui alamat e-mail atau nomor telepon mereka. 

Perusahaan juga mengatakan bahwa pada skandal Cambridge Analytica ini, ada 87 juta data pengguna yang dicuri, jauh melebihi dugaan awal, yakni 50 juta data pengguna. 

"Kami tidak bisa mengetahui dan menemukan semua data yang disalahgunakan. Namun, kami bisa membuat tindakan penyalahgunaan data ini lebih sulit dilakukan," kata Mark Zuckerberg dikutip KompasTekno dari Bloomberg, Kamis (5/4/2018). 

Kasus bocornya data pengguna ini menjadi sorotan global untuk Facebook. Media sosial yang didirikan Mark Zuckerberg ini dianggap tidak bisa melindungi pengguna dan telah melanggar hak privasi. [***]
 


TULIS KOMENTAR

BERITA TERKAIT