Terapi Cuci Otak, Dr Terawan Dipecat dari IDI

Kamis, 05 April 2018 - 21:31:30 WIB
Share Tweet Google +

loading...

Metroterkini.com - Metode terapi penyembuhan stroke yang disebut terapi cuci otak Dokter Terawan, yaitu memasukan alat kateter ke pembuluh darah melalui pangkal paha menuju otak. Melalui alat tersebut dimasukan obat heparin yang berfungsi untuk hancurkan plak atau sumbatan. Efek lain obat ini adalah antipembekuan pembuluh darah.

Metode Dokter Terawan Agus Putranto yang juga Kepala RSPAD Gatot Subroto, menuai polemik. Atas terapi yang dilakukan, Majelis Kehormatan Etik Kedokteran (MKEK) telah menjatuhkan vonis terhadap Dr. Terawan karena telah melanggar Pasal 4 yakni perbuatan yang bersifat memuji diri, dan Pasal 6 tentang dokter wajib senantiasa berhati-hati dalam mengumumkan, atau menerapkan setiap penemuan teknik atau pengobatan baru yang belum diuji kebenarannya.

"Sebagai seorang dokter itu yang pasti kita tidak boleh mengiklankan dan memuji diri sendiri dan itu bagian dari rambu-rambu," ujar Ketua MKEK, Prijo Sidipratomo.

MKEK menilai Dokter Terawan telah melakukan pelanggaran etik serius seperti mengiklankan diri atau memuji diri. Karena itu, hasil rapat PB IDI dan MKEK memutuskan untuk memecat sementara Dokter Terawan dari keanggotaan IDI.

Dokter Terawan mengaku belum menerima surat apapun dari pengurus besar Ikatan Dokter Indonesia (IDI) perihal rekomendasi pemecatan sementara dirinya dari keanggotaan IDI.

"Sudah saya disertasikan di Universitas Hasanuddin bersama lima orang lain berarti enam orang menjadi sebuah penelitian riset yang cukup baik. Sehingga menghasilkan 12 jurnal Internasional dan menghasilkan enam orang doktor," terang Kepala RSPAD Gatot Soebroto, Dr Terawan Agus.

Namun Dr Terawan mendapatkan dukungan dari berbagai kalangan bahkan sejumah tokoh diantaranya adalah Aburizal Bakrie, yang mengaku sebagai orang yang merasakan manfaat metode cuci otak itu.

 

loading...

TULIS KOMENTAR

BERITA TERKAIT