Laporan LSM Penjara di Kejati Riau Mangkrak

Rabu, 04 April 2018 - 19:39:02 WIB
Share Tweet Google +

loading...

Metroterkini.com - Laporan LSM Penjara, dalam kasus dugaan pembobolan dana Bank Mandiri yang disinyalir senilai 300 Milyar di Kejaksaan Tinggi Riau diduga mangkrak.

Sejumlah kalangan menyayangkan mangkraknya kasus ini bahkan banyak pihak mencurigai kasus ini bakal menjadi Es? di kantor penegak hukum Adhyaksa ini, sebab laporan LSM Penjara sudah 3 bulan namun sampai saat ini pengakuan ketua LSM Penjara,  Dwiki Zulkarnain, kasus ini belum ada titik terangnya.

LSM yang dikenal mengeluarkan berdarah kepala saat demo ini telah melaporkan dugaan pemilik Hotel Kimosa Jalan Riau, No 91, Pekanbaru karena diduga telah membobol Bank Mandiri dengan menganggunkan Sertifikat tanah yang sedang berperkara. Belakangan terdengar kabar surat ini dipindah namakan keatas nama orang lain.

Informasi dari sumber yang bisa dipercaya bahwa Endi Direktur PT Sinar Riau Gemilang sebagai pemilik hotel Mimosa diduga menganggunkan sertifikat bodong untuk merauk dana lebih kurang Rp. 300 M ini untuk membangun hotel Mamosa. 

Anehnya, direktur PT. Sinar Riau Gemilang, Endi pernah diundang denggan datang dengan alasan kuasa hukumnya melarang untuk menjumpai LSM ini.

"Kami telah melaporkan ke Kejati sejak Januari 2018 lalu, karena kami mencurigai uang bank milik BUMN ini dibobol, namu anehnya sampai sekarang kasus ini belum terdengar disidik," Jelas Dwiki, Rabu (4/4/18). 

Untuk kepastian dugaan surat ini palsu, LSM ini telah mencoba klarifikasi pada pihak Badan Pertanahan Negara (BPN), Pekanbaru ternyata memang ada dua sertifikat nomor 1200/711 memang bukan produk BPN Pekanbaru, lebih tragisnya kepala BPN Pekanbaru, Iria Damaja diminta tanggung jawab malah menolak.

Banyak pihak berharap Jaksa jangan main mata dalam kasus ini, ada selentingan terdengar kabar bahwa beberpa LSM sudah terima uang 150 Juta untuk tutup mulut.

Pihak kejaksaan sampai berita ini diturunkan belum dihubungi, sementara direktur PT. Sinar Riau Gemilang, Endi juga belum bisa dihubungi.[aj]

loading...

TULIS KOMENTAR

BERITA TERKAIT